Teras Bawah Air One Te’engka

Teras Bawah Air One Te’engka

Teras Bawah Air One Te’engka merupakan salah satu geosite unik dalam kawasan Geopark Matano di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Geosite ini berada di kawasan Danau Matano dan dikenal karena adanya struktur teras alami di bawah permukaan air danau. Teras tersebut terbentuk akibat proses geologi dan perubahan muka air danau yang berlangsung dalam periode sangat panjang. Keberadaan teras bawah air di One Te’engka menjadi bukti penting dinamika tektonik Danau Matano yang termasuk salah satu danau tektonik tertua di dunia. 

Secara geologis, Danau Matano terbentuk akibat aktivitas Sesar Matano yang menyebabkan terbentuknya cekungan tektonik besar di Sulawesi bagian timur. Aktivitas sesar tersebut memicu penurunan kerak bumi sehingga membentuk danau dengan kedalaman yang sangat dalam. Pada masa tertentu, perubahan muka air dan proses sedimentasi di sekitar danau membentuk undakan atau teras alami yang kini berada di bawah permukaan air. Struktur teras bawah air di One Te’engka memperlihatkan rekaman perubahan lingkungan purba, sedimentasi danau, serta aktivitas tektonik yang terus berlangsung hingga sekarang.

Dalam sejarah lingkungan Danau Matano, kawasan One Te’engka telah lama dikenal masyarakat lokal sebagai wilayah perairan dengan kontur dasar danau yang unik. Masyarakat sekitar Danau Matano memanfaatkan kawasan tersebut sebagai jalur transportasi tradisional dan area penangkapan ikan sejak dahulu. Air Danau Matano yang sangat jernih memungkinkan bentuk teras bawah air dapat terlihat pada kondisi tertentu, terutama saat cuaca cerah. Keberadaan struktur alami tersebut kemudian menarik perhatian peneliti geologi dan limnologi karena dianggap menyimpan informasi penting mengenai sejarah perkembangan Danau Matano dan Sistem Danau Malili.

Selain memiliki nilai geologi, Teras Bawah Air One Te’engka juga berkaitan erat dengan ekosistem Danau Matano yang sangat khas. Danau ini dikenal memiliki banyak spesies endemik yang hanya hidup di Sistem Danau Malili, termasuk ikan, moluska, dan udang air tawar purba. Struktur teras bawah air menjadi habitat penting bagi beberapa organisme dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem danau. Dalam pengembangan Geopark Matano, kawasan One Te’engka ditetapkan sebagai salah satu geosite yang mewakili hubungan antara geologi, biodiversitas, dan sejarah lingkungan Danau Matano.

Keunikan struktur teras di bawah permukaan air menjadikan kawasan ini menarik bagi peneliti, penyelam, dan wisatawan yang tertarik pada geowisata dan lingkungan danau purba. Pemerintah daerah bersama pengelola Geopark Matano terus mendorong pelestarian kawasan ini sebagai bagian dari warisan geologi dan ekologi Sulawesi Selatan dan menjadi pusat edukasi mengenai sejarah tektonik Danau Matano dan konservasi danau purba di Indonesia.

Gua Bawah Air Kaebiri

Gua Bawah Air Kaebiri

Terletak pada koordinat -2,497023 LS dan 121,311929 BT. Gua bawah air adalah gua yang sebagian atau seluruh rongganya tergenang air secara permanen, baik oleh air tawar, air laut, maupun campurannya. Umumnya terbentuk di kawasan karst (batuan gamping/kapur, dolomit) melalui proses pelarutan kimia oleh air yang mengandung karbon dioksida (H₂O + CO₂ → H₂CO₃ → melarutkan CaCO₃).Ciri umumnya yaitu, terbentuk dari pelarutan batuan karbonat (seperti batu gamping/kapur dan dolomit) oleh air, atau akibat proses tektonik dan vulkanik, bagian gua bisa berupa ruang kering di atas dan ruang terendam di bawah, Air yang mengisi bisa air tanah, air sungai bawah tanah, atau air laut, Dapat memiliki sifon (lorong yang terisi air seluruhnya), stalaktit/stalagmit terendam, hingga lorong bercabang.

Penampakan fisik Gua Bawah Air yakni memiliki lorong horizontal/vertikal, sifon (ruang penuh air), dan terkadang ruangan besar (chamber). Struktur dalamnya bisa memperlihatkan stalaktit, stalagmit, flowstone, bahkan kristal yang kini terendam. Hubungan Tektonik, Retakan dan sesar sering jadi jalur utama aliran air, yang memfasilitasi pembentukan gua bawah air.

Lokasi ini terdapat gua batu gamping yang berada di bawah air. Stalaktit dan stalakmit berkembang dengan baik namun tertutup oleh air. Gua ini dijadikan sebagai objek wisata menyelam.

Gua Bawah Air Kaebiri