Napal Formasi Bone-bone

Napal Formasi Bone-bone

Sejarah Napal Formasi Bone-Bone

Napal Formasi Bone-Bone merupakan salah satu situs geologi penting di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang menjadi bagian dari kawasan pengembangan Geopark Matano. Napal adalah batuan sedimen halus yang tersusun dari campuran lempung dan karbonat, umumnya terbentuk di lingkungan laut tenang dengan proses pengendapan yang berlangsung sangat lama. Keberadaan lapisan napal di Formasi Bone-Bone menjadi bukti bahwa wilayah Luwu Timur pada masa lampau pernah berada di lingkungan laut purba. Singkapan batuan ini menyimpan rekaman penting mengenai perubahan lingkungan, sedimentasi, dan sejarah geologi Sulawesi bagian timur sejak jutaan tahun lalu. (Pusat Survei Geologi)

Secara geologis, Napal Formasi Bone-Bone termasuk bagian dari satuan sedimen berumur Miosen hingga Pliosen yang tersusun oleh batupasir, serpih, konglomerat, batugamping, dan napal. Lapisan napal terbentuk dari endapan material halus di dasar laut yang relatif tenang dan kaya kandungan karbonat organisme laut mikroskopis. Struktur perlapisan batuan pada kawasan Bone-Bone memperlihatkan perubahan kondisi lingkungan laut purba yang dipengaruhi proses tektonik dan sedimentasi. Singkapan napal ini menjadi penting karena membantu para ahli geologi memahami sejarah pengendapan sedimen dan perkembangan cekungan laut di Sulawesi Timur. (Peta Geologi Lembar Malili, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi)

Dalam sejarah pembentukan Pulau Sulawesi, Formasi Bone-Bone berkaitan erat dengan aktivitas tumbukan lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik yang membentuk cekungan sedimentasi laut purba. Material lumpur, lempung, dan karbonat yang terbawa arus laut kemudian mengendap perlahan selama jutaan tahun hingga membentuk lapisan napal yang kini tersingkap di permukaan. Aktivitas pengangkatan kerak bumi akibat proses tektonik menyebabkan lapisan sedimen laut tersebut muncul menjadi perbukitan dan singkapan batuan di wilayah Bone-Bone. Keberadaan napal di kawasan ini memberikan informasi penting mengenai perubahan muka laut, evolusi cekungan sedimentasi, dan sejarah geologi Sulawesi bagian timur. (Pusat Survei Geologi)

Selain memiliki nilai ilmiah, kawasan Napal Formasi Bone-Bone juga berperan dalam pembentukan karakter bentang alam dan lingkungan sekitar. Tanah hasil pelapukan batuan napal umumnya memiliki tekstur halus dan cukup subur sehingga dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Masyarakat lokal sejak dahulu mengenal kawasan ini sebagai daerah dengan lapisan tanah lunak berwarna terang yang berbeda dibanding kawasan ultramafik di sekitar Danau Matano. Keunikan lapisan sedimen tersebut menjadikan kawasan Bone-Bone memiliki nilai penting dalam edukasi geologi, konservasi lingkungan, dan pengembangan wisata berbasis geoheritage di Luwu Timur. 

Pada perkembangan saat ini, Napal Formasi Bone-Bone menjadi salah satu lokasi inventarisasi geoheritage dalam pengembangan Geopark Matano dan Sistem Danau Malili. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai lokasi penelitian stratigrafi, sedimentologi, dan sejarah lingkungan purba Sulawesi. Pemerintah daerah bersama tim Geopark Matano terus mendorong pelestarian singkapan batuan sedimen tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan penelitian kebumian. Dengan pengelolaan yang baik, Napal Formasi Bone-Bone dapat menjadi laboratorium alam penting untuk memahami sejarah laut purba dan evolusi geologi Indonesia bagian timur. (warta.luwutimurkab.go.id)

Napal Formasi Bone-bone

Napal Formasi Bone-bone

Geosite ini memiliki nilai ilmiah tinggi karena memberikan informasi stratigrafi yang lengkap tentang Formasi Bone-bone, termasuk variasi fasies, kandungan fosil, dan ciri litologi yang penting untuk interpretasi lingkungan purba. Kehadiran napal dan batupasir berstruktur silang-siur menunjukkan pengaruh proses marin dan fluvial, menjadikannya lokasi ideal untuk studi evolusi cekungan sedimen Sulawesi. Dari perspektif geopark, geosite ini memiliki nilai edukasi karena dapat digunakan untuk menjelaskan konsep stratigrafi, urutan sedimen, dan kaitannya dengan perubahan lingkungan geologi. Selain itu, keberadaan fosil kayu dan moluska menambah nilai paleontologi yang menarik untuk pengembangan wisata ilmiah.

Jenis Geologi : Singkapan napal Formasi Bone-Bone

Geosite Napal Formasi Bone-bone terletak di Desa Kalpataru, Kecamatan Tomoni, pada koordinat -2,491471667 LS dan 120,7763983 BT. Lokasi ini menampilkan singkapan yang didominasi oleh napal, bagian dari Formasi Bone-bone, dengan lapisan-lapisan sedimen yang tersusun dari tua ke muda.

Urutannya meliputi: (1) batulempung abu kebiruan dengan lensa gravel dan moluska, (2) batulempung menyerpih abu-abu kebiruan, (3) batulempung pasiran massif, (4) batupasir lempungan halus hingga sedang dengan nodul karbonatan dan fosil kayu, (5) batupasir sangat halus berstruktur silang-siur, (6) batulempung pasiran menyerpih, dan (7) batupasir kasar dengan pemilahan buruk. Kehadiran fosil kayu dan moluska menunjukkan lingkungan pengendapan laut dangkal hingga transisi darat, sedangkan variasi litologi mencerminkan dinamika sedimentasi Formasi Bone-bone.

Struktur batuan pada Napal Formasi Bone-bone didominasi oleh batuan sedimen berupa napal yang tersusun berlapis-lapis dengan ketebalan lapisan sekitar 1–15 cm. Lapisan tersebut terbentuk dari proses pengendapan material halus seperti lempung dan karbonat di lingkungan laut purba yang tenang. Struktur perlapisan yang jelas menunjukkan perubahan kondisi sedimentasi yang berlangsung secara bertahap dalam waktu geologi yang panjang.