Serpentinite Terbreksiasi Lioka

Serpentinite Terbreksiasi Lioka

Serpentinite terbreksiasi adalah batuan serpentinit (hasil alterasi ultramafik, terutama olivin) yang telah mengalami patah, retak, dan hancuran sehingga tersusun oleh fragmen-fragmen (klastik) yang direkatkan kembali oleh matriks mineral sekunder. Awal terbuntuknya berasal dari batuan ultramafik melalui proses serpentinisasi. Deformasi tektonik, Tekanan dan geseran pada zona sesar atau zona tektonik menyebabkan serpentinite retak, patah, bahkan hancur. Rekat ulang Retakan/fraktur terisi oleh mineral sekunder (serpentin baru, karbonat, talk, magnetit, atau silika), membentuk struktur breksi. Tekstur breksia terdiri dari fragmen sudut (angular) serpentinite yang terpisah. Matriks , biasanya serpentin halus, talk, karbonat, atau mineral sekunder lain. Warna  tetap hijau tua–hitam, tapi sering berpola mozaik karena fragmen berbeda warna. Lingkungan geologi umumnya di zona sesar, zona subduksi, dan kompleks ofiolit.

Serpentinite Terbreksiasi Lioka, terletak pada koordinat -2,633366 LS dan 121,305423 BT di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Pada lokasi ini terdapat singkapan high serpentinite yang telah mengalami breksiasi dan juga terdapat mineral alterasi milonit akibat dari sesar.

Serpentinite Sukoiyo

Serpentinite Sukoiyo

Serpentinite adalah jenis batuan metamorf yang terbentuk dari hasil alterasi (perubahan) batuan ultramafik, terutama peridotit (olivin dan piroksen), akibat proses serpentinisasi. Proses terbentuknya berasal dari Batuan ultramafik (misalnya peridotit) bereaksi dengan air laut atau fluida hidrotermal pada suhu relatif rendah → mineral olivin & piroksen berubah menjadi serpentin + magnetit. Ciri utamanya yaitu berwarna hijau tua hingga hijau kehitaman, kadang bercampur putih atau kekuningan, Tekstur halus sampai berserat, kadang tampak mengilap seperti sabun (disebut juga soapstone), Mineral utama: serpentin (lizardite, chrysotile, antigorite), Kerap mengandung magnetit, sehingga bisa agak bersifat magnetis, Umumnya terbentuk di zona batas lempeng (subduksi) atau kerak samudera yang terangkat ke daratan (ophiolite complex)Terletak pada koordinat -2,427420 LS dan 121,258363 BT di Desa Matano, Kecamatan Nuha. Pada lokasi ini, terdapat tebing setinggi kurang lebih 8 meter yang tersusun oleh serpentinite.

Serpentinite Pulau Wasubonti

Serpentinite Pulau Wasubonti

Serpentinite Pulau Wasubonti

Terletak pada koordinat -2,7772237 LS dan 121,570748 BT di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti. Di pulau ini serpentinite, warna agak kehijauan, keras, yang lapuk mudah diremas, menyerpih, sebagian teroksidasi di permukaan, afianitik, melampar membentuk pedataran, juga hidup tanaman tNepenthes menandakan daerah tersebut minim unsur hara.