Sesar Bulu’ Bellang

Sesar Bulu’ Bellang

Gambaran Umum

Sesar Bulu’ Bellang merupakan salah satu situs geologi yang berada di Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kawasan ini menjadi bagian penting dalam sistem struktur geologi Luwu Timur yang dikenal memiliki aktivitas tektonik cukup kompleks akibat pengaruh pergerakan kerak bumi di Sulawesi bagian timur. Berdasarkan data geologi daerah, wilayah Luwu Timur dipengaruhi oleh dua struktur besar, yaitu Sesar Matano dan sistem tektonik Sulawesi Timur yang membentuk banyak rekahan dan patahan batuan di kawasan Malili dan sekitarnya.

Proses Terbentuknya Sesar

Secara geologi, sesar adalah rekahan besar pada batuan yang mengalami pergeseran akibat tekanan atau gaya tektonik dari dalam bumi. Pada kawasan Bulu’ Bellang ditemukan struktur patahan berupa normal fault atau sesar turun yang terbentuk akibat gaya tarikan pada kerak bumi. Aktivitas tersebut menyebabkan blok batuan bergerak turun sehingga membentuk tebing patahan yang masih dapat diamati hingga sekarang. Di lokasi ini terlihat bidang sesar dengan arah struktur N 135°E/66° serta dinding batuan yang memiliki tinggi sekitar 11 meter dan panjang kurang lebih 20 meter.

Sejarah Geologi Kawasan Luwu Timur

Pembentukan Sesar Bulu’ Bellang berkaitan erat dengan sejarah geologi Pulau Sulawesi yang merupakan daerah pertemuan beberapa lempeng tektonik besar, yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Tumbukan dan pergeseran lempeng tersebut menyebabkan wilayah Sulawesi mengalami deformasi batuan yang sangat intens sejak jutaan tahun lalu. Di Luwu Timur, proses ini menghasilkan berbagai struktur geologi seperti lipatan, kekar, dan sesar yang tersebar di kawasan Malili, Towuti, hingga Nuha. Aktivitas tektonik tersebut juga mempengaruhi pembentukan pegunungan, lembah, dan cekungan yang ada saat ini.

Sesar Bulu’ Bellang memiliki nilai ilmiah penting karena menunjukkan bukti aktivitas tektonik berupa bidang patahan, rekahan batuan, dan goresan sesar yang menjadi indikator pergeseran batuan di masa lampau. Struktur ini menjadi lokasi pembelajaran geologi mengenai dinamika kerak bumi dan perkembangan bentang alam Sulawesi Timur. Keunikannya menjadikan kawasan ini bagian dari potensi geoheritage dan geowisata di kawasan Geopark Matano. Selain bernilai edukasi, Sesar Bulu’ Bellang juga memiliki panorama alam perbukitan khas Malili yang masih alami sehingga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi dan pendidikan kebumian.

Dinding Sesar Waturere

Dinding Sesar Waturere

Dinding Sesar merupakan bidang atau permukaan batuan yang terbentuk akibat aktivitas sesar, yaitu rekahan di kerak bumi yang disertai pergeseran. Permukaan ini merupakan bagian dari bidang sesar yang nyata terlihat di lapangan setelah terjadi pergeseran blok batuan. Ciri umum Permukaan relatif rata atau miring, sering memperlihatkan goresan sesar (slickenside), memperlihatkan cermin sesar (fault mirror), kadang ditemukan zona hancuran di sekitarnya, dan Orientasi dinding sesar memberi petunjuk arah gaya tektonik dan mekanisme pergeseran

Ciri khas Dinding Sesar Waturere yaitu tebing vertikal memanjang sebagai bukti dari Sesar Matano di sisi selatan Danau Matano. Lokasi ini terletak pada koordinat -2,482353 LS dan 121,286861 BT . Tebing ini disusun oleh batugamping Formasi Matano dengan ciri-ciri antara lain: Batugamping bagian bawah massif, terdapat breksiasi karena adanya tekanan, berwarna putih, keras dan kompak, kristalin, sementara bagian atas berlapis, warna putih selang-seling dengan abu-abu, keras dan kompak, sedikit kristalin.

Galeri foto

Dunit Sesar Bukit Butoh

Dunit Sesar Bukit Butoh

Dunit adalah batuan beku ultramafik yang hampir seluruhnya terdiri dari mineral olivin (>90%) yang umumnya terbentuk di mantel bumi bagian atas. Dunit merupakan sumber utama nikel dan kromit. Komposisi mineral terdiri dari Ovilin (mineral utama), mineral aksesoris kromit, magnetit, piroksen (sangat sedikit), spinel, garnet, kadang sulfida, Silika rendah, tapi kaya magnesium (Mg) dan besi (Fe)

Lokasi ini terletak pada koordinat -2,527857 LS dan 121,342923 BT di Desa Magani Kecamatan Sorowako. Pada lokasi in terdapat tebing setinggi ± 20 m yang disusun oleh dunit dengan ciri-ciri antara lain: berwarna, kehijauan gelap, keras dan kompak, didominasi mineral olivine. Pada lokasi ini juga terdapat zona sesar yang ditandai dengan proses breksiasi, dapat pecah-pecah akibat adanya tekanan. Proses breksiasi membentuk breksi sesar dengan ciri-ciri monomik, fragmen dari dunit, bentuk menyudut – menyudut tanggung, ukuran fragmen rata rata 10 cm. massa dasar berupa pasir laterit, juga terdapat kekar-kekar yang terisi oleh mineral garnierite. Batas yang membatasi tubuh dunit dan breksi sesar membentuk sebuah bidang dengan arah : N20°E/73°. Pada lokasi ini tumbuh Nepenthes (Kantung Semar), anggrek (Vanda) endemik Luwu Timur, Anggrek Terestrial.

Dunit Sesar Bukit Butoh