Batuan Ultrabasa (Ultramafic) telah terserpentinisasi, dengan ciri warna hijau kehitaman, keras dan kompak, serta bertekstur faneritik hingga porfiritik. Terdiri dari mineral pyroksin, olivin dan serpentin. Terdapat juga geothite sebagai mineral sekunder. Kekar pada batuan yang terdapat di Bulupoloe ini menunjukkan pengaruh deformasi tektonik, perkembangan kekar sistematis dengan kerapatan sedang hingga tinggi. Rekahan berfungsi sebagai jalur fluida hidrotermal yang memicu serpentinisasi dengan ciri permukaan licin pada zona serpentinisasi tersebut.
Batuan di kawasan Bulupoloe termasuk jenis batuan ultrabasa (ultramafic) yang telah mengalami proses serpentinisasi. Batuan ini memiliki warna hijau kehitaman, sifat sangat keras dan kompak, serta tekstur faneritik hingga porfiritik, yang menunjukkan mineral-mineral penyusunnya masih dapat terlihat dengan mata. Komposisi utamanya terdiri atas mineral olivin dan piroksin, yaitu mineral khas batuan mantel bumi yang kaya magnesium dan besi. Dalam proses perubahan batuan, sebagian mineral tersebut berubah menjadi serpentin sehingga batuan tampak licin dan kehijauan. Kehadiran mineral geothite sebagai mineral sekunder menunjukkan adanya proses pelapukan dan interaksi fluida setelah batuan terbentuk.