Geopark Matano Diperkenalkan di SMPN 1 Tomoni, Dukung Menuju Geopark Nasional

Geopark Matano Diperkenalkan di SMPN 1 Tomoni, Dukung Menuju Geopark Nasional

Luwu Timur, Luwurayapos.com – Program “Geopark Menyapa Sekolah” terus digencarkan di Kabupaten Luwu Timur. Kali ini, sosialisasi pengenalan Geopark Matano dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tomoni sebagai bagian dari upaya mendorong kawasan tersebut menuju Geopark Nasional.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat pada 23 April 2026 di Gedung Pemuda Malili yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kominfo Luwu Timur, Andi Tabacina.

Dalam kegiatan tersebut, para guru dan siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya Geopark Matano sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis dari sisi geologi, biologi, dan budaya. Salah satu fokus utama adalah Danau Matano yang dikenal sebagai salah satu danau terdalam di Asia Tenggara dengan kejernihan air serta keanekaragaman hayati yang unik.

Melalui program ini, siswa diajak untuk lebih mengenal lingkungan sekitar, menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam sejak dini.

Kepala SMP Negeri 1 Tomoni, Rustan kepada Tim Liputan Luwurayapos 27/4/2026 menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat edukatif dan memberikan wawasan baru bagi siswa tentang potensi daerah yang selama ini dekat dengan kehidupan mereka.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga ditanamkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap pelestarian alam,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah siap mendukung program ini dengan mengintegrasikan materi tentang geopark dalam proses pembelajaran, serta mendorong siswa menjadi pelopor kebersihan dan pelestarian lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat.

Pemerintah daerah berharap, melalui edukasi yang menyasar generasi muda seperti di SMPN 1 Tomoni, upaya mewujudkan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional dapat segera terwujud, bahkan ke depan mampu dikenal hingga tingkat dunia.

Musdiana/LRL

sumber : Geopark Matano Diperkenalkan di SMPN 1 Tomoni, Dukung Menuju Geopark Nasional – Luwurayapos.com

Evaluasi Progres Geopark Matano, Langkah Nyata Luwu Timur ke Geopark Nasional

Evaluasi Progres Geopark Matano, Langkah Nyata Luwu Timur ke Geopark Nasional

Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Parmudora) menggelar kegiatan Evaluasi Progres Penyusunan Dokumen Pengusulan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional, yang berlangsung mulai 21–25 April 2026 di Gedung Pemuda, Malili.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Tim Percepatan Geopark Matano, Andi Tabacina Akhmad, dan dihadiri oleh Kabid Kemitraan dan Destinasi Pariwisata Parmudora, Andi Irfan Saputra, narasumber dari General Manager (GM) Unesco Global Geopark Ijen Jawa Timur, Abdillah Baraas, serta Tim Percepatan Geopark Matano, Selasa (21/4/2026).

Dalam sambutannya, Andi Tabacina Akhmad menyampaikan bahwa, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan dokumen pengusulan Geopark Matano agar memenuhi standar nasional.

Kepala Dinas Kominfo-SP Lutim ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan penetapan geopark di Luwu Timur.

Sementara itu, Abdillah Baraas selaku narasumber menjelaskan, geopark merupakan suatu wilayah yang dikelola secara terpadu dengan mengedepankan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya.

Menurutnya, geopark berbeda dengan kawasan konservasi seperti cagar alam atau taman nasional, karena dikelola secara inklusif dengan melibatkan masyarakat.

“Geopark adalah konsep pembangunan kawasan berkelanjutan dengan semangat celebrating earth heritage, sustaining local communities,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa secara prinsip, tidak terdapat perbedaan mendasar antara geopark nasional dan geopark global, kecuali pada tingkat pengakuan internasional terhadap nilai warisan geologinya.

Lebih lanjut, Abdillah menyebutkan empat kelengkapan dasar yang harus dimiliki sebuah geopark, yaitu warisan geologi (geological heritage), manajemen, visibilitas, serta jejaring (network).

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses penyusunan dokumen Geopark Matano dapat semakin matang dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga mampu mendorong Luwu Timur menjadi bagian dari kawasan geopark nasional di Indonesia. (bkr/ikp-humas/kominfo-sp)

Aksesibilitas