Menapaki Jalan Panjang Geopark Matano: Luwu Timur Kejar Pengakuan Nasional Hingga UNESCO

Menapaki Jalan Panjang Geopark Matano: Luwu Timur Kejar Pengakuan Nasional Hingga UNESCO

MALILI – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mematangkan langkah besar untuk menjadikan kawasan Danau Matano dan sekitarnya sebagai bagian dari jaringan geopark nasional hingga geopark dunia UNESCO. Namun, perjalanan menuju pengakuan tersebut bukanlah proses singkat. Dibutuhkan tahapan panjang, kajian ilmiah, hingga penilaian lintas kementerian yang diperkirakan baru membuahkan hasil dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, posisi Geopark Matano masih berada pada tahap Geopark Lokal. Pemerintah daerah bersama tim percepatan tengah menyiapkan berbagai dokumen dan persyaratan untuk pengusulan ke tingkat nasional melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kepala Bidang KPDP Disparmudora Luwu Timur, Andi Irfan Saputra, menjelaskan bahwa proses pengusulan Geopark Matano sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2022 melalui Bapperlitbangda.

“Memang panjang prosesnya. Dari tahun 2022 itu sudah mulai dilakukan pengusulan. Setelah itu, tim dari Badan Geologi turun melakukan survei di berbagai lokasi geosite yang memiliki ciri khas keanekaragaman geologi,” ujar Andi Irfan saat dikonfirmasi, Kamis 14 Mei 2026. Menurut Andi Irfan, terdapat 22 geosite di kawasan Matano yang saat ini sedang menunggu penetapan sebagai Geoheritage atau Situs Warisan Geologi dari Kementerian ESDM melalui Badan Geologi.

Penetapan tersebut menjadi salah satu syarat utama sebelum Geopark Matano dapat diusulkan menjadi Geopark Nasional.

“Sekarang yang kami tunggu adalah SK Geoheritage dari Kementerian ESDM. Itu menjadi dasar penting dalam proses pengusulan,” jelasnya.

Dikatakan Andi Irfan, Selain SK Geoheritage, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga tengah menunggu rekomendasi dari Bappenas terkait dokumen Rencana Induk Geopark (RIG) Matano yang disusun bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin.

Dokumen RIG tersebut kini sedang menjalani proses asistensi di Bappenas melalui rapat lintas sektor yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.

“Nanti kalau sudah selesai asistensi dan dinyatakan final, akan keluar rekomendasi dari Komite Geopark Nasional melalui Bappenas,” katanya. Ia menyebutkan, saat ini ada dua hal utama yang masih ditunggu oleh tim percepatan Geopark Matano, yakni: SK Geoheritage dari Kementerian ESDM/Badan Geologi.
Surat rekomendasi Bappenas setelah asistensi RIG selesai dilakukan.

“Jika dua dokumen tersebut telah diterbitkan, maka pengusulan Geopark Matano ke tingkat nasional ditargetkan dapat dilakukan paling lambat September tahun ini,”tandas Andi irfan

“Kami upayakan Agustus sudah bisa diusulkan. Tetapi proses penilaiannya cukup panjang. Tim asesor nanti akan turun langsung ke Luwu Timur untuk menilai kelayakannya,” ungkap Andi Irfan

Meski pengusulan ditargetkan dilakukan tahun ini, hasil penetapan Geopark Nasional diperkirakan baru akan keluar pada rentang 2026 hingga 2028. Andi Irfan mengatakan bahwa pengakuan sebagai Geopark Nasional bukanlah akhir dari proses. Setelah mendapatkan status nasional, Geopark Matano nantinya akan kembali diusulkan menuju tingkat global di bawah UNESCO.

“Kalau sudah jadi Geopark Nasional, nanti diusulkan lagi ke tingkat Global UNESCO. Tahapannya hampir sama lagi,” katanya.

Andi Irfan menambahkan, Dalam proses pengusulan, terdapat tiga syarat utama yang wajib dimiliki sebuah kawasan untuk dapat ditetapkan sebagai geopark, yakni: Keanekaragaman geologi (geoheritage).
Keanekaragaman hayati (biodiversity).
Keanekaragaman budaya (culture site).

Danau Matano beserta kawasan sekitarnya dinilai memiliki potensi kuat pada ketiga aspek tersebut. Selain dikenal sebagai salah satu danau purba terdalam di dunia, kawasan ini juga menyimpan kekayaan hayati endemik serta warisan budaya masyarakat lokal yang masih terjaga hingga kini.(*)

Travertine Tompotikka

Travertine Tompotikka

Travertin berwarna putih krem hingga coklat muda, bertekstur berlapis dan berpori, tersusun dominan oleh kalsit presipitasi. Endapan berkembang mengikuti zona rekahan pada batugamping kristalin sebagai batuan induk dan berasosiasi dengan keluaran air tanah.

Struktur batu pada travertin tersebut menunjukkan ciri khas batuan sedimen kimia yang terbentuk dari proses pengendapan mineral kalsium karbonat (kalsit) oleh air tanah. Travertin memiliki warna putih krem hingga coklat muda akibat pengaruh kandungan mineral dan proses oksidasi alami di lingkungan pengendapan.

Secara struktur, travertin memperlihatkan tekstur berlapis (laminasi) yang terbentuk dari pengendapan kalsit secara bertahap dan berulang. Lapisan-lapisan ini biasanya mengikuti aliran air atau perubahan debit mata air, sehingga membentuk pola bertingkat maupun lembaran tipis yang jelas terlihat pada permukaan batuan.

Batuan ini juga memiliki struktur berpori atau berlubang-lubang kecil (vesikular). Rongga tersebut terbentuk akibat pelepasan gas karbon dioksida saat proses presipitasi kalsit berlangsung. Selain itu, sisa tumbuhan, lumut, atau material organik yang terjebak saat pengendapan dapat membusuk dan meninggalkan ruang kosong pada batuan.

Travertin berkembang mengikuti zona rekahan pada batugamping kristalin yang menjadi batuan induknya. Rekahan tersebut berfungsi sebagai jalur keluarnya air tanah yang kaya mineral karbonat menuju permukaan. Ketika air keluar dan mengalami perubahan suhu maupun tekanan, mineral kalsit mengendap dan secara perlahan membentuk tubuh travertin di sekitar mata air atau aliran air.

Abdillah

Geopark Matano merupakan warisan bumi yang lengkap dari sisi geologi, keragaman hayati, dan juga budaya yang memiliki sejarah panjang. Ayo kita kenali dan lindungi warisan alam kita.

Amar Sapoetera

“Berkunjung ke Geopark Matano menjadi pengalaman yang luar biasa dan sangat berkesan. Pemandangan alamnya begitu indah, udara terasa sejuk, dan suasana di sekitar danau sangat menenangkan.

Wisata Air Terjun Mata Buntu

Wisata Air Terjun Mata Buntu

Air Terjun Mata Buntu merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Luwu Timur yang berada dalam kawasan Geopark Luwu Timur. Air terjun ini dikenal karena memiliki aliran air yang jernih, debit yang relatif stabil, serta panorama alam yang masih asri dan alami. Dikelilingi oleh vegetasi tropis yang lebat dan kondisi lingkungan yang masih terjaga, Air Terjun Mata Buntu menawarkan suasana yang sejuk dan menenangkan bagi para pengunjung.

Sebagai bagian dari kawasan geowisata, Air Terjun Mata Buntu tidak hanya menyajikan keindahan alam, tetapi juga memperlihatkan hubungan antara proses geologi, hidrologi, dan ekosistem yang membentuk bentang alam wilayah Luwu Timur. Keberadaannya menjadi salah satu daya tarik wisata yang mendukung pengembangan pariwisata berbasis alam, edukasi, dan konservasi lingkungan.

Air Terjun Mata Buntu merupakan objek wisata yang terbentuk secara alami melalui proses geologi dan hidrologi yang berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun. Aliran sungai yang berasal dari kawasan dataran tinggi secara terus-menerus mengikis batuan dan membentuk tebing curam yang menjadi jalur jatuhnya air. Proses alam tersebut menghasilkan bentang alam berupa air terjun yang saat ini menjadi salah satu objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap potensi wisata alam di Kabupaten Luwu Timur, kawasan Air Terjun Mata Buntu mulai dikenal dan dikembangkan sebagai destinasi wisata. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung tanpa menghilangkan karakter alami kawasan. Pengembangan wisata diarahkan agar tetap mempertahankan kelestarian lingkungan serta mendukung konsep Geopark yang mengutamakan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Air Terjun Mata Buntu terbentuk dan berfungsi sebagai bagian dari sistem hidrologi alami yang mengalirkan air dari daerah yang lebih tinggi menuju daerah yang lebih rendah. Air hujan yang terserap ke dalam tanah dan mengalir melalui sungai-sungai kecil akan terkumpul dan membentuk aliran yang kemudian jatuh melalui tebing batuan sehingga menghasilkan air terjun. Proses ini berlangsung secara terus-menerus dan dipengaruhi oleh kondisi geologi, topografi, serta curah hujan di kawasan tersebut.

Dalam konteks wisata edukasi, pengunjung dapat mempelajari bagaimana siklus air bekerja, bagaimana aliran sungai membentuk bentang alam, serta bagaimana interaksi antara air dan batuan menghasilkan berbagai bentuk geomorfologi. Air Terjun Mata Buntu menjadi laboratorium alam yang memperlihatkan proses geologi dan hidrologi secara langsung.

Keberadaan Air Terjun Mata Buntu memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Dari aspek lingkungan, kawasan ini berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mendukung keberlangsungan sumber daya air, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Keberadaan hutan di sekitar air terjun juga membantu menjaga kualitas air dan mencegah terjadinya erosi maupun kerusakan lahan.

Dari aspek sosial dan ekonomi, Air Terjun Mata Buntu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat melalui kegiatan pariwisata, jasa transportasi, perdagangan, dan usaha pendukung lainnya. Pengembangan wisata yang berkelanjutan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai aset yang bernilai bagi daerah.

Air Terjun Mata Buntu memiliki nilai edukasi yang tinggi karena menjadi sarana pembelajaran mengenai berbagai aspek ilmu kebumian dan lingkungan. Pengunjung dapat mempelajari proses pembentukan air terjun, siklus hidrologi, pelapukan batuan, erosi, serta hubungan antara kondisi geologi dan keberadaan sumber daya air. Pembelajaran ini dapat dilakukan secara langsung melalui pengamatan terhadap bentang alam yang ada di lokasi.

Selain itu, kawasan ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya konservasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pengunjung dapat memahami bagaimana hutan, sungai, dan air terjun saling berhubungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Nilai edukasi tersebut menjadikan Air Terjun Mata Buntu sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga pengalaman belajar yang bermanfaat.

Daya tarik utama Air Terjun Mata Buntu terletak pada keindahan aliran air yang jatuh dari ketinggian dengan latar belakang tebing batuan dan vegetasi hijau yang masih alami. Suara gemuruh air yang berpadu dengan suasana hutan tropis menciptakan pengalaman wisata yang menenangkan dan menyegarkan. Kejernihan air serta panorama alam yang memukau menjadikan kawasan ini sebagai lokasi favorit untuk fotografi alam, rekreasi, dan kegiatan wisata petualangan.

Selain keindahan visualnya, Air Terjun Mata Buntu juga menawarkan pengalaman menikmati lingkungan alam yang masih terjaga. Jalur menuju lokasi yang melewati kawasan hijau memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengamati keanekaragaman hayati serta menikmati suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Kombinasi antara keindahan lanskap, nilai geologi, dan suasana alami menjadikan Air Terjun Mata Buntu sebagai salah satu destinasi eksotis unggulan dalam Geopark Luwu Timur.

Air Terjun Mata Buntu merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memiliki nilai penting dalam pengembangan Geopark Luwu Timur karena menyajikan perpaduan antara keindahan bentang alam, proses geologi, dan fungsi ekologis yang saling berkaitan. Terbentuk melalui proses alam yang berlangsung dalam waktu yang sangat panjang, air terjun ini menjadi bukti nyata bagaimana interaksi antara air, batuan, dan kondisi topografi mampu menghasilkan lanskap yang indah dan bernilai ilmiah. Keberadaannya tidak hanya memperkaya potensi wisata daerah, tetapi juga menjadi bagian dari warisan alam yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Sebagai destinasi wisata edukasi, Air Terjun Mata Buntu memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memahami berbagai fenomena alam secara langsung, mulai dari siklus hidrologi, proses erosi, pembentukan bentang alam, hingga pentingnya keberadaan hutan dalam menjaga ketersediaan sumber daya air. Pengalaman belajar di alam terbuka ini menjadikan kawasan tersebut sebagai media edukasi yang efektif bagi pelajar, peneliti, maupun masyarakat umum. Melalui pemahaman tersebut, pengunjung dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

Selain memiliki nilai edukasi yang tinggi, Air Terjun Mata Buntu juga berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan. Keindahan panorama, suasana alami, serta potensi rekreasi yang dimiliki menjadikan kawasan ini sebagai salah satu daya tarik utama wisata alam di Luwu Timur. Dengan pengelolaan yang memperhatikan aspek konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, Air Terjun Mata Buntu dapat terus berkembang sebagai destinasi eksotis Geopark yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.