Keragaman Geologi

Travertine Tompotikka

Ummul Haerah | May 19, 2026 | Keragaman Geologi

Travertin berwarna putih krem hingga coklat muda, bertekstur berlapis dan berpori, tersusun dominan oleh kalsit presipitasi. Endapan berkembang mengikuti zona rekahan pada batugamping kristalin sebagai batuan induk dan berasosiasi dengan keluaran air tanah.

Struktur batu pada travertin tersebut menunjukkan ciri khas batuan sedimen kimia yang terbentuk dari proses pengendapan mineral kalsium karbonat (kalsit) oleh air tanah. Travertin memiliki warna putih krem hingga coklat muda akibat pengaruh kandungan mineral dan proses oksidasi alami di lingkungan pengendapan.

Secara struktur, travertin memperlihatkan tekstur berlapis (laminasi) yang terbentuk dari pengendapan kalsit secara bertahap dan berulang. Lapisan-lapisan ini biasanya mengikuti aliran air atau perubahan debit mata air, sehingga membentuk pola bertingkat maupun lembaran tipis yang jelas terlihat pada permukaan batuan.

Batuan ini juga memiliki struktur berpori atau berlubang-lubang kecil (vesikular). Rongga tersebut terbentuk akibat pelepasan gas karbon dioksida saat proses presipitasi kalsit berlangsung. Selain itu, sisa tumbuhan, lumut, atau material organik yang terjebak saat pengendapan dapat membusuk dan meninggalkan ruang kosong pada batuan.

Travertin berkembang mengikuti zona rekahan pada batugamping kristalin yang menjadi batuan induknya. Rekahan tersebut berfungsi sebagai jalur keluarnya air tanah yang kaya mineral karbonat menuju permukaan. Ketika air keluar dan mengalami perubahan suhu maupun tekanan, mineral kalsit mengendap dan secara perlahan membentuk tubuh travertin di sekitar mata air atau aliran air.