Kepurbakalaan besi di Indonesia serupa dengan kepurbakalaan perunggu dan emas (Tabel 1), yang telah meyakinkan para sarjana untuk mengakui Zaman Besi- Perunggu (Van Heekeren, 1958), Zaman Paleometalik (Soegondo, 1995), atau Zaman Logam Awal (Bellwood, 2017). Situasi ini berbeda dengan benua Eurasia
dimana Zaman Perunggu dapat diidentifikasi mendahului Zaman Besi selama berabad-abad (misalnya,Pigott, 2012).
[pdf_secure_final_url pdf_url="https://geoparkmatano.luwutimurkab.go.id/wp-content/uploads/2025/09/Situs-Pulau-Ampat.pdf" id="pdfcultural13"]