Gua Batugamping Andomo

Ummul Haerah   |   May 13, 2026   |   Warisan Geologi
-2.74 (perkiraan kawasan Towuti), 121.47 (perkiraan kawasan Towuti)
Koordinat
± 100 m² (ruang utama gua berdasarkan hasil survei arkeologi)
Luas Area
Desa Lioka, Kec. Kecamatan Towuti
Lokasi
Kawasan Geoheritage dan situs budaya prasejarah
Status

Sejarah Gua Batugamping Andomo

Gua Andomo Lioka merupakan salah satu situs gua batugamping penting di Kabupaten Luwu Timur yang berada di wilayah Kecamatan Towuti, Sulawesi Selatan. Gua ini terbentuk secara alami pada batuan batugamping karst akibat proses pelarutan batu kapur yang berlangsung selama jutaan tahun. Struktur gua berkembang di kawasan perbukitan karst yang dipengaruhi proses geologi Sulawesi bagian timur, sehingga membentuk lorong, ruang gua, dan rekahan alami pada dinding batuannya. Kondisi geomorfologi tersebut menjadikan Gua Andomo sebagai salah satu situs geologi dan arkeologi penting di kawasan Danau Towuti dan sekitarnya.

Dalam kajian arkeologi, Gua Andomo diketahui telah digunakan oleh masyarakat masa lampau sebagai lokasi penguburan sekunder, khususnya oleh masyarakat Suku Padoe. Tradisi penguburan tersebut menggunakan wadah kubur kayu yang dalam bahasa lokal disebut “duni”. Di dalam gua ditemukan berbagai tinggalan arkeologis berupa tulang manusia, peti kubur kayu, fragmen keramik, tembikar, manik-manik, dan benda logam yang diduga digunakan sebagai bekal kubur. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Gua Andomo memiliki nilai sejarah budaya yang sangat penting dalam memahami sistem kepercayaan dan tradisi penguburan masyarakat Luwu Timur pada masa lampau.

Selain sebagai situs penguburan, Gua Andomo juga dikenal sebagai salah satu situs seni cadas prasejarah di Sulawesi. Penelitian arkeologi menemukan adanya lukisan dinding berupa cap tangan atau “hand stencils” berwarna merah pada dinding gua. Motif cap tangan tersebut memiliki ciri khas tertentu yang menunjukkan keterkaitan dengan tradisi seni cadas prasejarah Sulawesi bagian selatan dan timur. Keberadaan lukisan prasejarah ini membuktikan bahwa kawasan Gua Andomo telah dihuni atau digunakan manusia sejak ribuan tahun lalu dan menjadi bagian penting dari perkembangan budaya manusia purba di Sulawesi.

Secara ilmiah, Gua Andomo menjadi lokasi penting dalam penelitian geologi, arkeologi, dan paleoantropologi di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa bagian endapan gua mengandung sisa aktivitas manusia purba, artefak batu, hingga rangka manusia yang terawetkan oleh lapisan flowstone atau endapan kalsit alami. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gua mengalami proses geologi aktif yang turut menjaga keberadaan tinggalan budaya di dalamnya. Keunikan kombinasi antara bentang alam karst dan situs budaya menjadikan Gua Andomo memiliki nilai geoheritage yang tinggi di Kabupaten Luwu Timur.

Pada perkembangan saat ini, Gua Batugamping Andomo memiliki potensi besar sebagai kawasan geowisata dan wisata edukasi budaya di Luwu Timur. Keberadaan situs penguburan kuno, seni cadas prasejarah, dan bentang alam karst menjadikan kawasan ini tidak hanya penting bagi penelitian ilmiah, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran sejarah dan lingkungan bagi masyarakat. Dengan pengelolaan dan pelestarian yang baik, Gua Andomo dapat menjadi salah satu warisan geologi dan budaya unggulan yang mendukung pengembangan Geopark Matano dan pelestarian situs bersejarah di Sulawesi Selatan.

Aksesibilitas

Rute / Akses Menuju Lokasi Perjalanan dimulai dari Kota Malili menuju Kecamatan Towuti melalui jalan poros Malili–Towuti. Dari Kecamatan Towuti, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Lioka yang berada di sekitar kawasan Danau Towuti. Akses menuju kawasan gua dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat hingga titik tertentu. Dari area permukiman, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kawasan perbukitan karst tempat gua berada. Medan menuju lokasi berupa jalur tanah, batuan karst, dan vegetasi hutan sehingga memerlukan kehati-hatian saat melintas. Waktu terbaik berkunjung adalah pada musim kemarau karena kondisi jalur lebih aman dan tidak licin. Lokasi gua cukup dikenal masyarakat sekitar sebagai situs budaya dan situs penguburan kuno Suku Padoe.