Teras Bawah Air One Te’engka

Teras Bawah Air One Te’engka

Terletak pada koordinat -2,427023 LS dan 121, 274457 BT. Pada situs ini, terdapat teras-teras atau undakan-undakan dibawah air sebagai bukti struktur  geologi amblasan (graben). Teras-teras ini memotong lapisan-lapisan batuan pasir dan lempeng resen yang menandakan bahwa struktur tersebut masih aktif. Teras bawah air adalah bentuk morfologi berupa undakan (step/bench) yang terdapat di dasar perairan, biasanya di danau, laut, atau sungai. Fenomena ini serupa dengan teras daratan, tetapi posisinya berada di bawah permukaan air.

Umumnya, ciri teras bawah air Berbentuk dataran relatif datar atau sedikit miring, dengan tepi yang menurun curam, Tersusun secara berundak (seperti anak tangga), terbentuk dari proses geologi dan hidrologi. Proses terbentuknya terjadi akibat perubahan muka air naik-turun akibat iklim (glasial–interglasial), tektonik, atau pengendalian buatan, Saat muka air bertahan cukup lama, terjadi erosi dan akumulasi sedimen di ketinggian tertentu → terbentuk teras. Adanya aktivitas tektonik sehingga terjadi pengangkatan (uplift) atau penurunan (subsidence) daratan dapat membuat garis pantai lama terendam → menjadi teras bawah air.  Proses erosi gelombang, yang mengakibatkan ombak atau arus air membentuk bidang datar pada kedalaman tertentu, kemudian perubahan kondisi membuatnya menjadi “teras”

Uwoi Wera Meruruno

Uwoi Wera Meruruno

Terletak pada koordinat -2,564455 LS dan 121,251413 BT di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda. Material penyusun umumnya berupa batuan beku ultrabasa–mafika (peridotit, basalt, gabbro) yang termasuk ke dalam Kompleks Ofiolit Sulawesi Timur. Hasil alterasi hidrotermal batuan ultramafik menghasilkan serpentinite yang sering dijumpai di sekitar kawasan ini. Beberapa bagian juga ditutupi oleh endapan kuarter (kerikil, pasir, tanah hasil pelapukan). Kehadiran sesar dan kekar mengontrol arah aliran sungai serta lokasi air terjun. Air terjun sering terbentuk di jalur rekahan (fracture zone). Proses tektonik (pengangkatan) menyebabkan morfologi curam dan memungkinkan terbentuknya tebing tinggi.

Ciri khas air terjun berundak, dengan kolam-kolam kecil di setiap undakannya, dengan ketinggian lebih dari 50 meter. Material yang tersusun atas batu gamping travertine, berwarna coklat, berlembar, keras dapat diremas, pasiran, sebagian dan ditumbuhi lumut hingga kehijauan.

Wisata Air Terjun Mata Buntu

Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

Napal Formasi Bone-bone

Sejarah Napal Formasi Bone-Bone Napal Formasi Bone-Bone merupakan salah satu situs geologi penting di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang menjadi bagian dari kawasan pengembangan Geopark Matano dan Sistem Danau Malili. Napal adalah batuan sedimen halus yang...

Hipostratotipe Formasi Bone-bone

Hipostratotipe Formasi Bone-Bone merupakan salah satu situs geologi penting di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang menjadi bagian dari pengembangan Geopark Matano. Dalam ilmu stratigrafi, hipostratotipe adalah lokasi rujukan tambahan yang digunakan untuk...

Serpentinite Pulau Wasubonti

Serpentinite Pulau Wasubonti merupakan salah satu geosite penting dalam kawasan Geopark Matano di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Geosite ini tersusun oleh batuan serpentinite, yaitu batuan hasil alterasi batuan ultramafik mantel bumi yang mengalami proses...
Air Terjun Mata Dewa

Air Terjun Mata Dewa

Loeha – Terletak pada koordinat -2,777237 LS dan 121,570748 BT di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda. Pada lokasi ini, terdapat air terjun di sebuah pulau yang dinamakan Pulau Loeha. Air terjun ini mempunyai ketinggian ± 100 meter, dimana airnya mengalir sepanjang musim. Air terjun Mata Dewa tersusun oleh material batuan dunit yang mempunyai ciri-ciri hijau keabuan, keras dan kompak, butiran faneritik

Serpentinite Pulau Wasubonti

Serpentinite Pulau Wasubonti

Serpentinite Pulau Wasubonti

Terletak pada koordinat -2,7772237 LS dan 121,570748 BT di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti. Di pulau ini serpentinite, warna agak kehijauan, keras, yang lapuk mudah diremas, menyerpih, sebagian teroksidasi di permukaan, afianitik, melampar membentuk pedataran, juga hidup tanaman tNepenthes menandakan daerah tersebut minim unsur hara.