Dinding Sesar Waturere
Batugamping (limestone) merupakan batuan sedimen karbonat yang tersusun dominan oleh mineral kalsit (CaCO₃). Batuan ini memiliki sifat massif, yaitu tidak menunjukkan perlapisan yang jelas, sehingga tampak utuh dan padat dalam satu tubuh batuan. Warna batuan umumnya putih hingga putih keabu-abuan, menandakan kandungan karbonat yang tinggi dan tingkat pelapukan yang relatif rendah. Tekstur batuan bersifat kompak dan pejal, menunjukkan bahwa proses pemadatan serta sementasi berlangsung kuat selama pembentukannya. Pada beberapa bagian, batugamping memperlihatkan sifat kristalin, yaitu terbentuknya kristal-kristal kalsit akibat proses rekristalisasi yang dipengaruhi tekanan dan suhu selama aktivitas geologi berlangsung.
Keberadaan cermin sesar pada batugamping kristalin menunjukkan adanya aktivitas tektonik yang pernah bekerja di daerah tersebut. Cermin sesar merupakan bidang sesar yang menjadi licin dan mengilap akibat gesekan antarblok batuan ketika terjadi pergerakan sesar. Karena batugamping bersifat kompak dan keras, permukaan bidang sesar dapat mempertahankan bekas goresan atau garis-garis gesekan yang disebut slickenside. Struktur ini menjadi petunjuk penting arah dan tipe pergerakan sesar di masa lampau. Selain itu, pada rekahan batuan ditemukan pengisian mineral kalsit yang terbentuk dari larutan kaya karbonat yang masuk ke dalam celah batuan kemudian mengendap dan mengkristal.
-
Jenis batuan: Batugamping (limestone).
-
Mineral penyusun utama: Kalsit (CaCO₃).
-
Warna batuan: Putih hingga putih keabu-abuan.
-
Sifat batuan: Massif, kompak, pejal, dan keras.
-
Tekstur: Sebagian kristalin akibat rekristalisasi.
-
Struktur tektonik: Terdapat cermin sesar pada bidang batuan.
-
Ciri cermin sesar: Permukaan licin dan mengilap akibat gesekan.
-
Slickenside: Goresan pada bidang sesar sebagai tanda arah pergeseran.
-
Rekahan batuan: Terisi mineral kalsit hasil pengendapan larutan karbonat.
-
Makna geologi: Menunjukkan pengaruh aktivitas tektonik dan deformasi batuan.