Dunit Sesar Bukit Butoh
Batuan Dunit di kawasan Sesar Bukit Butoh merupakan salah satu jenis batuan ultramafik dari kelompok peridotit yang tersusun dominan oleh mineral olivin dengan kandungan lebih dari 90%. Struktur batuannya umumnya bersifat kasar hingga granular, sehingga butiran mineralnya dapat terlihat jelas dengan mata. Warna batuan berkisar dari hijau muda hingga hijau tua akibat dominasi mineral olivin. Dalam proses pembentukannya, dunit berasal dari bagian mantel bumi atau dasar samudra yang kemudian terangkat ke permukaan akibat aktivitas tektonik dan pergerakan sesar. Karena berasal dari kedalaman bumi, batuan ini memiliki kandungan unsur besi dan magnesium yang sangat tinggi serta kandungan silika yang rendah.
Mineral utama penyusun dunit adalah olivin, piroksin, dan garnierit. Olivin menjadi mineral paling dominan dengan ciri warna hijau terang, berbentuk butiran kasar, serta tidak memiliki bidang belahan. Mineral ini memberi karakter khas pada dunit sehingga tampak berwarna kehijauan. Piroksin hadir sebagai mineral penyerta dengan warna hijau tua hingga hitam, berbentuk kristal pendek, dan teksturnya lebih padat. Sementara itu, garnierit biasanya muncul dalam bentuk lapisan atau urat berwarna hijau cerah dengan tekstur lebih lunak dibanding mineral lainnya. Kehadiran garnierit menjadi petunjuk penting karena mineral ini identik dengan kandungan nikel yang tinggi pada batuan ultramafik.
Proses terbentuknya garnierit berkaitan erat dengan pelapukan kimia atau lateritisasi pada batuan dunit. Air hujan yang mengandung karbon dioksida (COβ) meresap ke dalam rekahan batuan dan melarutkan sebagian mineral penyusunnya. Dalam proses tersebut, unsur-unsur tertentu seperti magnesium dan silika mengalami pencucian, sedangkan unsur nikel mengalami pengayaan dan kemudian membentuk mineral garnierit. Oleh sebab itu, munculnya warna hijau terang pada urat garnierit sering dijadikan indikator adanya potensi endapan nikel laterit di suatu wilayah. Proses ini biasanya berlangsung pada daerah beriklim tropis dengan curah hujan tinggi dan pelapukan intensif.
Secara geologi, keberadaan Dunit Sesar Bukit Butoh memiliki nilai penting karena menunjukkan hubungan antara proses tektonik, pembentukan kerak samudra, dan mineralisasi nikel. Batuan ini menjadi bukti bahwa material dari mantel bumi pernah terangkat ke permukaan melalui aktivitas sesar dan deformasi kerak bumi. Selain bernilai ilmiah, dunit juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena sering berasosiasi dengan endapan nikel laterit. Struktur batuannya yang keras, kaya mineral mafik, dan memiliki warna khas hijau menjadikan dunit mudah dikenali di lapangan serta penting untuk studi geologi regional maupun eksplorasi sumber daya mineral.
- Jenis batuan: Ultramafik/peridotit
- Kandungan utama: Olivin > 90%
- Warna batuan: Hijau muda β hijau tua
- Tekstur: Kasar dan granular
- Mineral penyusun: Olivin, piroksin, garnierit
- Olivin: Hijau terang, butiran kasar, dominan
- Piroksin: Hijau tuaβhitam, kristal pendek
- Garnierit: Hijau cerah, lunak, tanda kandungan nikel
- Terbentuk: Dari mantel bumi/dasar samudra
- Naik ke permukaan: Akibat proses tektonik dan sesar
- Lateritisasi: Pelapukan oleh air hujan dan COβ
- Nilai penting: Indikator daerah kaya nikel laterit






