Napal Formasi Bone-bone

Ummul Haerah   |   May 13, 2026   |   Warisan Geologi

Sejarah Napal Formasi Bone-Bone

Napal Formasi Bone-Bone merupakan salah satu situs geologi penting di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang menjadi bagian dari kawasan pengembangan Geopark Matano dan Sistem Danau Malili. Napal adalah batuan sedimen halus yang tersusun dari campuran lempung dan karbonat, umumnya terbentuk di lingkungan laut tenang dengan proses pengendapan yang berlangsung sangat lama. Keberadaan lapisan napal di Formasi Bone-Bone menjadi bukti bahwa wilayah Luwu Timur pada masa lampau pernah berada di lingkungan laut purba. Singkapan batuan ini menyimpan rekaman penting mengenai perubahan lingkungan, sedimentasi, dan sejarah geologi Sulawesi bagian timur sejak jutaan tahun lalu. (Pusat Survei Geologi)

Secara geologis, Napal Formasi Bone-Bone termasuk bagian dari satuan sedimen berumur Miosen hingga Pliosen yang tersusun oleh batupasir, serpih, konglomerat, batugamping, dan napal. Lapisan napal terbentuk dari endapan material halus di dasar laut yang relatif tenang dan kaya kandungan karbonat organisme laut mikroskopis. Struktur perlapisan batuan pada kawasan Bone-Bone memperlihatkan perubahan kondisi lingkungan laut purba yang dipengaruhi proses tektonik dan sedimentasi. Singkapan napal ini menjadi penting karena membantu para ahli geologi memahami sejarah pengendapan sedimen dan perkembangan cekungan laut di Sulawesi Timur. (Peta Geologi Lembar Malili, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi)

Dalam sejarah pembentukan Pulau Sulawesi, Formasi Bone-Bone berkaitan erat dengan aktivitas tumbukan lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik yang membentuk cekungan sedimentasi laut purba. Material lumpur, lempung, dan karbonat yang terbawa arus laut kemudian mengendap perlahan selama jutaan tahun hingga membentuk lapisan napal yang kini tersingkap di permukaan. Aktivitas pengangkatan kerak bumi akibat proses tektonik menyebabkan lapisan sedimen laut tersebut muncul menjadi perbukitan dan singkapan batuan di wilayah Bone-Bone. Keberadaan napal di kawasan ini memberikan informasi penting mengenai perubahan muka laut, evolusi cekungan sedimentasi, dan sejarah geologi Sulawesi bagian timur. (Pusat Survei Geologi)

Selain memiliki nilai ilmiah, kawasan Napal Formasi Bone-Bone juga berperan dalam pembentukan karakter bentang alam dan lingkungan sekitar. Tanah hasil pelapukan batuan napal umumnya memiliki tekstur halus dan cukup subur sehingga dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Masyarakat lokal sejak dahulu mengenal kawasan ini sebagai daerah dengan lapisan tanah lunak berwarna terang yang berbeda dibanding kawasan ultramafik di sekitar Danau Matano. Keunikan lapisan sedimen tersebut menjadikan kawasan Bone-Bone memiliki nilai penting dalam edukasi geologi, konservasi lingkungan, dan pengembangan wisata berbasis geoheritage di Luwu Timur. (geoparkmatano-dev.luwutimurkab.go.id)

Pada perkembangan saat ini, Napal Formasi Bone-Bone menjadi salah satu lokasi inventarisasi geoheritage dalam pengembangan Geopark Matano dan Sistem Danau Malili. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai lokasi penelitian stratigrafi, sedimentologi, dan sejarah lingkungan purba Sulawesi. Pemerintah daerah bersama tim Geopark Matano terus mendorong pelestarian singkapan batuan sedimen tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan penelitian kebumian. Dengan pengelolaan yang baik, Napal Formasi Bone-Bone dapat menjadi laboratorium alam penting untuk memahami sejarah laut purba dan evolusi geologi Indonesia bagian timur. (warta.luwutimurkab.go.id)


🗺️ Lokasi & Koordinat

Lokasi : Napal Formasi Bone-Bone

Lat : -2.646

Lng : 120.847

Luas : ± 10 ha

Status : Geoheritage / Geosite Geopark Matano

Desa : Desa Bone-Bone

Kecamatan : Kecamatan Burau

Kabupaten : Kabupaten Luwu Timur

Provinsi : Sulawesi Selatan


Rute / Akses Menuju Lokasi

  • Perjalanan dimulai dari Kota Malili menuju Kecamatan Burau melalui jalan poros Trans Sulawesi.

  • Dari pusat Kecamatan Burau, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Bone-Bone menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

  • Lokasi singkapan napal berada tidak jauh dari jalur utama sehingga relatif mudah dijangkau.

  • Kondisi jalan menuju lokasi cukup baik karena berada di kawasan penghubung antarwilayah Kabupaten Luwu Timur.

  • Dari titik tertentu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju area singkapan batuan napal dan lapisan sedimen.

  • Medan menuju lokasi berupa perbukitan ringan dan area singkapan batuan sehingga memerlukan kehati-hatian saat melakukan pengamatan.

  • Waktu terbaik berkunjung adalah musim kemarau agar kondisi singkapan lebih jelas dan akses lebih aman.

  • Kawasan ini sering digunakan sebagai lokasi penelitian lapangan bagi mahasiswa dan peneliti geologi yang mempelajari sedimentasi laut purba Sulawesi Timur.

Berikut gambaran visual kawasan Napal Formasi Bone-Bone dan singkapan batuan sedimen: