Cagar Alam (CA) Faruhumpenai
Faruhumpenai secara administratif termasuk dalam 3 wilayah kecamatan yaitu Nuha, Malili, Mangkutana, Kabupaten Luwu aker. Secara geografis terletak antara 2°11 ’42” – 2°34’18” LS 120°48’18” – 120°19’11” BT. Kawasan hutan Faruhumpenai menjadi kawasan konservasi Cagar dengan SK Mentan no.274/kpts/um/4/79 tanggal 24 April 1979 seluas 90.000 ha dengan ciri khas tumbuhan dan satwa endemik Sulawesi seperti kayu hitam (Diospyros celebica), anoa (Bubalus sp.), kera Sulawesi (Macaca maura) dan musang Sulawesi (Macrogalidia muschanbrochit) (Ismanto, 2000). Kawas berjarak sekitar 650 km dari kota Ujung Pandang.
Cagar alam Faruhumpenai merupakan kawasan ekosistem tipe hutan pegunungan dataran ‘ yang banyak dialiri sungai-sungai besar seperti sungai Kalaena, Sungai Angkona, Sungai Waila Sungai Dandawasu. Topografi kawasan bervariasi dari landai ke berbukit-bukit dan curam kemiringan 30-80 %. Kawasan dengan ketinggian antara 545-1832 m di atas permukaan laut ini memiliki tanah yang labil erosi dengan tipe tanah podsolik coklat dan latosol, pH tanah antara 6.4-
Kawasan hutan yang mempunyai rentang temperatur 22°- 27° C dan kelembaban relatif %, memiliki kekayaan alam flora dan fauna yang menarik. Pada wilayah jelajah eksplorasi, diperoleh jenis flora menarik antara lain Momordica ovata yang buahnya kuning seperti durian kecil, Vitis satu buahnya seperti anggur berwarna merah jambu mengkilat, Amydlium Zippelianum yang bunganya kekuningan menarik, serta beberapa jenis anggrek menarik seperti Grammatophyllum Stepheliaeflo Calanthea triplicata yang daunnya keperak-perakan. Selain jenis kayu hitam / eboni Diospyros ceIebict jenis tumbuhan besar yang ditemui antara lain aker Castanopsis acuminatissima, Dillenia pteropoda, edule, Horsfieldia glabra, Myristica fatua, Cananga odorata, Pometia pinnata, Artocarpus elastica, Callophyllu dan Pterospennum celebicum. Sedangkan tumbuhan bawahnya didominasi oleh suku Araeeae seperti sp dan Homalomena sp serta jenis paku-pakuan seperti Arcypteris irregulasi dan AngiopteriJ efecta.