Biosite PH Kalaena merupakan salah satu kawasan penting dalam Geopark Matano yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung konservasi keanekaragaman hayati di wilayah Luwu Timur. Kawasan ini dikenal sebagai bagian dari lanskap hutan tropis yang memiliki fungsi ekologis tinggi, khususnya dalam mendukung sistem hidrologi serta sebagai habitat berbagai spesies flora dan fauna.
Secara ekologis, PH Kalaena didominasi oleh ekosistem hutan hujan tropis dengan vegetasi yang relatif rapat dan berlapis. Struktur tajuk yang kompleks memungkinkan terbentuknya berbagai relung ekologi yang mendukung kehidupan organisme pada berbagai tingkat trofik. Selain itu, kawasan ini memiliki keterkaitan erat dengan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalaena, yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air, mengatur aliran permukaan, serta mengurangi risiko erosi dan degradasi lahan.
Dari perspektif biodiversitas, kawasan PH Kalaena menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, termasuk spesies khas Sulawesi yang memiliki nilai konservasi tinggi. Vegetasi hutan berfungsi sebagai penyedia pakan, tempat berlindung, dan ruang berkembang biak bagi satwa liar. Keberadaan spesies indikator dalam kawasan ini mencerminkan kondisi ekosistem yang masih relatif stabil, sehingga memiliki nilai penting dalam upaya pelestarian lingkungan.
Selain fungsi ekologis, Biosite PH Kalaena juga memiliki nilai ilmiah yang signifikan. Kawasan ini berpotensi sebagai lokasi penelitian dalam bidang ekologi hutan tropis, hidrologi, serta konservasi sumber daya alam. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik di dalam kawasan ini memberikan peluang untuk mempelajari dinamika ekosistem secara komprehensif, termasuk dampak perubahan lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem.
Dalam aspek edukasi, PH Kalaena dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran berbasis lingkungan, baik untuk pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Kegiatan edukatif seperti pengamatan lapangan, interpretasi lingkungan, dan program konservasi dapat meningkatkan pemahaman serta kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan sumber daya air.
Sebagai bagian dari Geopark Matano, Biosite PH Kalaena mendukung integrasi antara konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan kawasan dilakukan dengan pendekatan berbasis ekosistem serta melibatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan, guna memastikan keberlanjutan fungsi ekologis dan sosial kawasan.
Dengan demikian, Biosite PH Kalaena merupakan representasi penting dari ekosistem hutan tropis yang memiliki nilai ekologis, ilmiah, dan edukatif yang tinggi. Pelestarian kawasan ini menjadi sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi masa kini dan mendatang.
Galeri Foto

LAMIACEAE
Lamiaceae, atau suku mint, adalah keluarga tumbuhan berbunga
Lamiaceae, atau suku mint, adalah keluarga tumbuhan berbunga yang dikenal karena aromanya yang khas dan batangnya yang berbentuk segiempat. Kelompok ini mencakup berbagai herba populer seperti basil, lavender, rosemary, dan kumis kucing, yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, bahan parfum, hingga obat tradisional. Secara fisik, tanaman ini mudah dikenali melalui daunnya yang tumbuh berlawanan serta bentuk bunga yang menyerupai bibir, menjadikannya salah satu kelompok tumbuhan paling berguna dan mudah dibudidayakan oleh manusia.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

GNETACEAE
Gnetaceae adalah famili tumbuhan berbiji terbuka
Gnetaceae adalah famili tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) yang unik karena ciri fisiknya menyerupai tumbuhan berbiji tertutup, seperti daun lebar yang menyirip dan adanya trakea pada sistem pembuluh kayunya. Famili ini hanya memiliki satu genus, yaitu Gnetum, dengan spesies paling populer di Indonesia adalah melinjo (Gnetum gnemon). Sebagian besar anggotanya tumbuh sebagai liana atau tanaman merambat di hutan tropis Asia, Afrika, dan Amerika. Meskipun sering dianggap memiliki buah, secara botani bagian yang dikonsumsi tersebut adalah biji yang terbungkus lapisan pelindung, bukan buah sejati.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

Bunga Daun Hijau
Bunga Daun Hijau adalah bunga yang ada di CA PH Kalaena
Bunga daun hijau banyak ditemukan di kawasan Cagar Alam Pengelolaan Hutan Kalaena. Bunga menjadi tumbuhan endemik karena memiliki ragam keunggulan
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

FABACEAE
Fabaceae atau Leguminosae adalah famili tumbuhan yang dikenal sebagai suku kacang-kacangan.
Fabaceae atau Leguminosae adalah famili tumbuhan yang dikenal sebagai suku kacang-kacangan.
Famili ini sangat penting karena banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan mampu menyuburkan tanah melalui pengikatan nitrogen.
Ciri-ciri:-
Berupa herba, semak, atau pohon
Daun majemuk
Bunga berbentuk kupu-kupu
Buah berupa polong
Contoh:
Kedelai
Kacang Tanah
Kacang Polong
Petai
Manfaat:
Sumber protein nabati
Menyuburkan tanah
Digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan tanaman penghijauan.
Genus & Species : Fragrea racemosa Jack
Kode Specimen : P.1.4.51
Gentianaceae adalah famili tumbuhan berbunga yang banyak tumbuh di daerah pegunungan dan beriklim sejuk. Famili ini terkenal karena bunganya yang indah serta beberapa anggotanya dimanfaatkan sebagai tanaman obat.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

FAGACEAE
Suku pohon atau semak berkayu yang dikenal sebagai kelompok kastanye, ek (oak), dan beech.
Definisi:Suku pohon atau semak berkayu yang dikenal sebagai kelompok kastanye, ek (oak), dan beech.
Ciri Khas: Memiliki bunga jantan berbentuk untaian (catkin) dan buah berupa kacang yang terlindung dalam kelopak berbentuk cangkir (cupule), seperti biji ek (acorn).
Genus Populer: Quercus (Oak), Fagus (Beech), Castanea (Kastanye), serta Lithocarpus dan Castanopsis yang banyak ditemukan di Indonesia.
Habitat: Mendominasi hutan di Belahan Bumi Utara, namun juga tumbuh di dataran tinggi wilayah tropis.Manfaat: Sumber kayu berkualitas tinggi (furnitur/konstruksi), bahan pangan (kastanye), penghasil gabus, serta memiliki peran ekologis vital sebagai penyedia pangan bagi satwa liar.
Genus & Species : Maniltoa schefferi K.Schum & Hollrung.
: Albizia sp.
: Afzalia javanica (Miq.) J. Leonard Fragrea racemosa Jack
: Unknown genus P.1
Kode Specimen : P.1.3.35
: P.1.16.94
: P.1.11.87
: P.1.2.29
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

EUPHORBIACEAE
Famili ini dikenal sebagai penghasil kayu dan buah yang bernilai ekonomi
Ciri-ciri:
Berupa pohon, semak, atau herba
Memiliki getah yang kadang beracun
Daun tunggalBuah berbentuk kapsul
Contoh:
Singkong → bahan pangan
Pohon Karet → penghasil karet
Jarak Pagar → bahan biodiesel
Poinsettia → tanaman hias
Manfaat:Digunakan sebagai bahan pangan, industri, energi, obat tradisional, dan tanaman hias.
Namun beberapa jenis bersifat beracun sehingga perlu hati-hati saat digunakan.
Genus & Species : Castanopsis acuminatissima (Blume)A.DC.
Kode Specimen : P.1.12.89
Fagaceae adalah famili tumbuhan berkayu yang umumnya berupa pohon besar dan banyak tumbuh di daerah beriklim sedang maupun tropis pegunungan. Famili ini dikenal sebagai penghasil kayu dan buah yang bernilai ekonomi.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

EBENACEAE
Ebenaceae adalah famili tumbuhan berbunga yang terkenal karena menghasilkan kayu ebony (kayu hitam) dan buah kesemek
Famili ini umumnya berupa pohon atau semak yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis.Ciri-cirinya:daun tunggal dan mengkilap,bunga kecil, buah bertipe buni,kayu sangat keras dan berwarna gelap. Genus terpentingnya adalah Diospyros, yang mencakup:pohon ebony seperti Diospyros celebica,buah kesemek seperti Japanese persimmon.Manfaat Ebenaceae:kayu untuk furnitur, ukiran, dan alat musik,buah untuk konsumsi,membantu menjaga ekosistem hutan.Ancaman utama:penebangan liar,deforestasi,eksploitasi berlebihan.Karena itu, beberapa spesies ebony kini dilindungi dan perlu dilestarikan.
Genus & Species : Pimelodendron amboinicum Hassk : Suregada glomerulata (Blume) Baill.
: Macaranga denticulate (Blume) Mǖll.Arg.
Kode Specimen : P.1.3.41 = P.1.8.74
: P.1.4.52
: P.1.18.96
Euphorbiaceae adalah famili tumbuhan yang dikenal sebagai suku jarak-jarakan. Anggotanya banyak ditemukan di daerah tropis dan memiliki ciri khas berupa getah putih serta bunga kecil.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

DIOSCOREACEAE
Genus utama adalah Dioscorea, yang mencakup sekitar 600 spesies
Karakteristik Fisik dan Botani
Habitus: Tumbuhan merambat herba atau berkayu (perennial) yang tumbuh cepat, bahkan beberapa spesies bisa merambat hingga 6 inci per hari.
Umbi (Caude/Caudex): Anggota suku ini memiliki umbi tebal, terkadang berkayu, yang tumbuh di bawah tanah atau di ketiak daun (umbi udara/bulbils). Umbi ini merupakan tempat penyimpanan nutrisi.
Daun: Umumnya berbentuk hati, menjari, atau bertulang daun jala.
Bunga: Kecil, tidak mencolok, umumnya berwarna hijau atau putih, dan bersifat dioecious (bunga jantan dan betina pada tanaman berbeda).
Buah: Berupa kapsul bersayap tiga yang pecah untuk melepaskan benih.
Habitat dan Budidaya
Persebaran: Famili ini tumbuh subur di iklim tropis dan subtropis, terutama di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Tropis.
Budidaya: Mudah ditanam dari umbi, umbi kecil (bulbils), atau stek di tanah yang subur dengan drainase baik.
Keanekaragaman Spesies Utama
Genus utama adalah Dioscorea, yang mencakup sekitar 600 spesies. Beberapa jenis penting meliputi:
Dioscorea alata (Ubi Besar/Water Yam): Dibudidayakan secara luas sebagai makanan pokok.
Dioscorea esculenta (Ubi Kelapa/Lesser Yam): Dikenal dengan umbi yang manis dan kecil.
Dioscorea bulbifera (Ubi Katak/Air Potato): Menghasilkan umbi udara yang besar.
Tamus communis (Black Bryony): Contoh spesies di Eropa yang beracun.
Pentingnya Konservasi
Meskipun penting, keanekaragaman ubi liar dari suku ini seringkali kurang dimanfaatkan dan membutuhkan upaya konservasi untuk menjaga ketahanan pangan dan sumber daya genetik di masa depan. Genus & Species : Diospyros celebica Bakh
: Diospyros buxifolia (Blume) Hiern
: Diospyros sp.
: Diospyros sp.2
Kode Specimen : P.1.1.1
: P.1.4.45
: P.1.1.11
: P.1.10.81
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

DILLENIACEAE
Famili ini ditemukan di daerah tropis dan subtropis serta seluruh Australia
Sebagian besar anggotanya adalah tumbuhan berkayu - liana atau pohon seperti Dillenia - tetapi spesies herba seperti Hibbertia juga terdapat dalam Dilleniaceae. Daun tumbuhan dalam famili ini lebar dan berkembang dengan baik, tetapi pada spesies Hibbertia tertentu , bunganya sangat termodifikasi.
Bunganya sebagian besar mencolok dan berwarna-warni dengan komponen reproduksi yang terlihat. Penyerbukan dengan getaran umum terjadi pada kelompok ini. Buah dari beberapa spesies, seperti Dillenia indica (apel gajah), dapat dimakan. Keluarga ini luar biasa karena variabilitas karakteristik morfologisnya yang kini jauh lebih stabil pada kelompok Angiosperma lainnya. [ rujukan diperlukan ] Dengan demikian, Dilleniaceae mungkin merupakan klad kuno yang mengekspresikan beberapa hubungan filogenetik antara Eudikot tingkat tinggi dan kelompok yang lebih primitif. TDiperkirakan bahwa klad tersebut berdivergensi sekitar 115 juta tahun yang lalu di Zaman Kapur Pertengahan , tetapi kelompok mahkota terbentuk jauh kemudian - hanya 52 juta tahun sebelum sekarang.
Genus & Species : Dioscorea pyrifolia Kunth
Kode Specimen : Liana.7
Suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Di dalam suku ini tergabung berbagai tumbuhan merambat dengan umbi yang banyak di antaranya dapat dimakan, seperti gadung, gembili, gembolo, dan uwi.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

DICHAPETALACEAE
Suku Dichapetalaceae adalah kelompok tumbuhan berkayu berupa pohon kecil, semak, atau liana yang hidup di kawasan tropis
Menurut sistem klasifikasi APG II, famili ini termasuk dalam bangsa Malpighiales dan klad euRosidae I. Dalam ekosistem, tumbuhan dikotil ini sering kali bertindak sebagai jenis pionir yang mampu tumbuh di lahan terbuka atau area yang terganggu. Keberadaan Dichapetalaceae umumnya ditemukan di area terbuka seperti agroforest karet, namun jarang dijumpai di kawasan hutan primer.
Jika Anda ingin memperdalam topik ini, saya dapat membantu Anda untuk:
Mencari tahu daftar genus yang masuk dalam famili ini.
Mempelajari kandungan racun (asam fluoroasetat) yang terkenal pada beberapa spesiesnya.
Mengeksplorasi manfaat ekologis spesifik dari tumbuhan pionir ini.
Genus & Species : Dillenia serrate Thunb.
: Tetracera korthalsii Miq.
Kode Specimen : P.1.5.55
: P.1.7.67
Dilleniaceae adalah famili tumbuhan berbunga dengan 11 genus dan sekitar 430 spesies yang diketahui.Famili ini dikenal oleh para tukang kebun melalui genus Hibbertia , yang mengandung banyak spesies taman yang bernilai komersial.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

CORNACEAE
Cornaceae adalah famili "keluarga dogwood" dalam ordo Cornales yang mencakup sekitar 85 spesies pohon, semak, dan herba menahun.
Cornaceae adalah famili "keluarga dogwood" dalam ordo Cornales yang mencakup sekitar 85 spesies pohon, semak, dan herba menahun. Kelompok tumbuhan ini tersebar luas di wilayah beriklim sedang utara dan Asia tropis, termasuk genus Alangium yang tumbuh di Indonesia. Secara fisik, Cornaceae dicirikan oleh daun tunggal, bunga kecil berbagian empat atau lima dengan daun pelindung mencolok, serta buah batu berwarna cerah yang menjadi sumber pangan penting bagi satwa liar. Selain populer sebagai tanaman hias lanskap seperti genus Cornus, beberapa spesiesnya juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menjadi objek penting dalam studi evolusi tumbuhan berbunga karena posisi filogenetiknya yang unik.
Jika Anda ingin mendalami materi ini, saya dapat membantu untuk:
Membahas manfaat medis dan farmakologi tanaman ini.
Mengulas detail spesies lokal Indonesia dari genus Alangium.
Menjelaskan cara perawatan varietas hiasnya.
Silakan beri tahu aspek mana yang ingin Anda pelajari lebih lanjut.
Genus & Species : Dichapetalum sp.
Kode Specimen : P.1.1.15
ichapetalum adalah genus dalam famili tumbuhan Dichapetalaceae . Tumbuhan ini merupakan liana tropis yang terutama berasal dari daerah tropis Afrika , Asia , Malesia , Hindia Barat , Australia , dan Amerika Latin . Beberapa spesies diketahui beracun karena adanya senyawa fluorinasi beracun , seperti asam fluorooleat dan asam fluoroasetat dan dichapetalin , suatu kelas senyawa sitotoksik unik yang hanya ditemukan dalam genus ini.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

CLUSIACEAE
Anggota famili Clusiaceae biasanya memiliki daun lonjong berujung lebar
Anggota famili Clusiaceae biasanya memiliki daun lonjong berujung lebar ; daun ini mungkin bertekstur seperti kulit dan memiliki urat tengah yang kuat yang bercabang menjadi banyak urat horizontal yang halus. Tumbuhan ini memiliki getah lengket seperti resin , bunga dengan banyak benang sari yang sering menyatu dalam berkas, dan kelopak serta sepal yang terpisah. Organ jantan dan betina sering terdapat pada bunga yang terpisah.Genus Clusia memiliki sekitar 300–400 spesies yang berasal dari Amerika tropis. Banyak anggotanya bermula sebagai epifit di tajuk pohon dan akhirnya mengirimkan akar melewati pohon inang ke tanah.Tanaman Scotch attorney, atau cupey ( C. rosea ), yang merupakan tanaman asli daerah Karibia, tumbuh hingga sekitar 10 meter (30 kaki) dan sering ditanam sebagai semak pantai di daerah yang terpapar semprotan garam. Tanaman ini memiliki daun sepanjang 10 cm (4 inci), bunga yang terbuka rata dengan enam kelopak lilin putih kemerahan, dan buah berukuran sebesar bola golf yang memiliki banyak biji dan banyak sel . Seperti spesies lain dalam famili ini, buahnya terbuka dan katupnya menyebar lebar seperti bintang, memperlihatkan jaringan berair berwarna oranye cerah ( aril ) yang mengelilingi biji.Beberapa pohon dari genusGarcinia menghasilkan buah-buahan yang berharga, seperti manggis ( G. mangostana ).Buah plum Waika, atau manggis tetes lemon ( G. intermedia ), yang berasal dari Amerika Tengah , memiliki buah kecil berbentuk oval berwarna kuning. Terdapat sekitar 250 spesies di daerah tropis, terutama umum di Indo-Malesia.Genus utama lainnya termasuk Tovomita (60 spesies) dan Chrysochlamys (55 spesies), yang berasal dari daerah tropis Dunia Baru, dan Symphonia (23 spesies), yang ditemukan di daerah tropis di seluruh dunia.
Genus & Species : Alangium uniloculer (Griff) King
Kode Specimen : P.1.3.40 = P.1.10.80
Cornaceae adalah sebuah famili kosmopolitan tumbuhan berbunga dalam ordo Cornales. Famili ini mencakup sekitar 85 spesies dalam dua genera,Alangium dan Cornus. Tumbuhan-tumbuhannya sebagian besar berupa pohon dan semak, yang dapat berupa peluruh atau malar hijau, meski beberapa spesies berupa herba menahun. Anggota famili ini umumnya memiliki daun sederhana yang terposisikan berselang-seling atau berkebalikan, bunga empat atau lima bagian yang terkumpul secara majemuk atau dalam pseudanthium, serta memiliki buah berdrupa.Famili ini sebagian besar tersebar di wilayah-wilayah iklim sedang utara dan Asia tropis.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

CHRYSOBALANACEAE
Keluarga ini secara tradisional ditempatkan sebagai subfamili Chrysobalanoideae dalam famili mawar ( Rosaceae )
Keluarga ini secara tradisional ditempatkan sebagai subfamili Chrysobalanoideae dalam famili mawar ( Rosaceae ) atau sebagai famili dalam ordo mawar dan secara khusus sebagai ordo dalam Myrtiflorae oleh Dahlgren. Dalam analisis kladistik fenotipik Nandi et al., ia bercabang dengan Elaeagnaceae sebagai kelompok saudara dari Polygalaceae , dalam analisis kladistik molekuler mereka berada di Malpighiales dan juga dalam analisis gabungan mereka.
Genus & Species : Syn. Calophyllum euryphyllumLauterb.
: Calophyllum soulattri Burm.f
: Garcinia tentandra Pierre P
: Garcinia celebica L.
Kode Specimen : P.1.1.2
: P.1.9.78
: P.1.2.30
: P.1.3.36
Clusiaceae , famili garcinia (ordo Malpighiales ), terdiri dari sekitar 14 genus dan sekitar 800 spesies pohon dan semak tropis . Beberapa di antaranya penting karena buah , getah, atau kayunya, dan sejumlah spesies dibudidayakan sebagai tanaman hias.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

CELASTERACEAE
Asteraceae, atau suku kenikir-kenikiran, adalah salah satu famili tumbuhan berbunga terbesar di dunia dengan lebih dari 25.000 spesies
Asteraceae, atau suku kenikir-kenikiran, adalah salah satu famili tumbuhan berbunga terbesar di dunia dengan lebih dari 25.000 spesies yang tersebar luas dari daerah tropis hingga subpolar. Ciri khas utama kelompok ini adalah perbungaan majemuk berbentuk kepala (kapitulum), di mana kumpulan bunga kecil (floret) tersusun rapat sehingga tampak seperti satu bunga tunggal. Tumbuhan yang umumnya menyimpan cadangan energi dalam bentuk inulin ini memiliki peran ekologis besar sebagai penyedia nektar bagi serangga penyerbuk. Selain kaya akan kandungan metabolit sekunder yang bermanfaat untuk medis, Asteraceae juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang mencakup tanaman hias seperti krisan dan dahlia, tanaman pangan seperti selada dan bunga matahari, hingga tanaman obat seperti echinacea.
Manfaat medis spesifik dari kandungan kimianya
Teknik budidaya untuk jenis tanaman hias atau pangan tertentu
Cara identifikasi spesies Asteraceae liar di sekitar Anda. Genus & Species : Maranthes corymbosa Blume
Kode Specimen : P.1.4.53 = P.1.5.57
Chrysobalanaceae adalah famili tumbuhan berbunga , terdiri dari pohon dan semak dalam 27 genus dan sekitar 700 spesies yang tersebar di seluruh daerah tropis dengan pusat keanekaragaman di Amazon. Beberapa spesies mengandung silika di dalam tubuhnya untuk kekakuan sehingga mesofil sering memiliki idioblas sklerenkimatosa . Spesies yang tersebar luas, Chrysobalanus icaco, menghasilkan buah seperti plum dan tumbuhan ini umumnya dikenal sebagai coco plum.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

CANNABIS SATIVA L.
tanaman herbal yang berasal dari Asia Tengah dan telah digunakan selama berabad-abad sebagai sumber serat, makanan, minyak, dan obat-obatan ( Bonini et al., 2018 ).
Cannabis sativa L. ( Cannabaceae ) adalah tanaman herba yang berasal dari Asia Tengah dan telah digunakan selama berabad-abad sebagai sumber serat, makanan, minyak, dan obat-obatan ( Bonini et al., 2018 ).Tanaman ini termasuk dalam daftar obat golongan I di Amerika Serikat, tetapi diterima di 16 negara bagian dan Distrik Columbia untuk tujuan pengobatan .Kanabinoid paling sering dihisap, dimakan/ditelan, atau diuapkan. Ganja medis diresepkan untuk meredakan gejala nyeri kronis atau nyeri terkait kanker, multiple sclerosis (MS), epilepsi, sindrom Tourette, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya . THC untuk penggunaan medis dikonsumsi dengan berbagai cara, termasuk: diuapkan.
Genus & Species : Salacia korthalsiana Miq.
: Salacia erythrocarpa K.Schum.
Kode Specimen : Liana. 4
: Liana. 5
Celastraceae , juga dikenal sebagai famili tanaman merambat tongkat atau famili bittersweet , adalah famili yang terdiri dari 99 genus dan 1.350 spesies tumbuhan herba, tanaman merambat, semak, dan pohon kecil, yang termasuk dalam ordo Celastrales . Sebagian besar genusnya bersifat tropis, dengan hanya Celastrus (tanaman merambat tongkat), Euonymus ( tanaman gelendong ), dan Maytenus yang tersebar luas di iklim sedang , dan Parnassia (bintang rawa) yang ditemukan di iklim alpin dan arktik.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

BURSERACEAE
Burseraceae merupakan kelompok monofiletik yang didukung secara genetik sejak APG III dan sering dikutip dalam Sapindales
Karena revisi taksonomi, ukuran famili (dalam hal genus dan spesies) berbeda-beda menurut periode waktu penelitian; demikian pula hubungan tingkat yang lebih tinggi dalam famili tersebut, termasuk ordo . Burseraceae merupakan kelompok monofiletik yang didukung secara genetik sejak APG III dan sering dikutip dalam Sapindales . Kelompok ini diakui sebagai kelompok saudara dari Anacardiaceae .Karakteristik utamasuntingPohon atau semak Burseraceae dicirikan oleh resin (yang mengandung triterpenoid dan minyak atsiri) yang terdapat di dalam jaringan tumbuhan dari kanal dan saluran resin vertikal di kulit kayu hingga urat daun. Bahkan, sinapomorfi Burseraceae adalah kulit kayu aromatik yang halus namun mengelupas atau terkelupas. Resin yang jernih dan tidak alergenik mungkin berbau seperti almond, tetapi setidaknya resin yang paling terkenal, kemenyan dan mur, memiliki bau yang khas. Daunnya umumnya berselang-seling, spiral, dan majemuk ganjil-pinnate dengan anak daun yang berlawanan, seringkali bertangkai panjang, utuh hingga bergerigi, berurat pinnate yang simetrinya khas pada beberapa genus. Namun, beberapa anggota diketahui memiliki daun trifoliate atau unifoliate. Tangkai daun dan anak daun serta sumbunya mungkin berwarna cokelat dan bersisik, sedangkan pangkal daun membengkak dan mungkin cekung di bagian adaksial. Anggota famili cenderung tidak memiliki stipula . erbungaan aksiler yang terbatas menghasilkan bunga kecil, radial, dan uniseksual.Tumbuhan cenderung berumah dua (dioecious) . Bunga mungkin memiliki empat atau lima sepal yang sedikit menyatu tetapi tumpang tindih dengan jumlah kelopak yang sama, terpisah, dan tumpang tindih . Selain itu, benang sari, yang mungkin mengandung cakram nektar , memiliki filamen halus yang berbeda yang terdapat dalam satu atau dua lingkaran dan jumlahnya sama atau dua kali jumlah kelopak; serbuk sari trikolporat terdapat di dalam dua lokulus antera yang terbuka memanjang di sepanjang celah . Gynoeciummengandung 3–5 karpel, satutangkai putiksatustigma yang berbentuk kepala hingga berlobus. Setiap lokulus ovarium superior memiliki duaovuladengan plasentasi aksial yang anatropus hingga campylotropus. Buahdengan satu hingga lima bijiadalahdrupayang terbuka saat matang. Endosperma biasanya tidak ada pada embrio.
Genus & Species : Celtis philippinensis Blanco
: Gironniera sebaequalis Planch.
Kode Specimen :P.1.2.23
: P.1.2.24
Cannabaceae atau Suku ganja-ganjaan adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut Sistem klasifikasi APG II suku ini dimasukkan ke dalam bangsa Rosales, klad Rosidae. Famili ini mencakup sekitar 170 spesies yang dikelompokkan dalam sekitar 11 genera, termasuk Cannabis, Humulus, dan Celtis.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

BIGNONIACEAE
famili berukuran sedang yang terdiri dari 17-19 genus dan sekitar 540 spesies tumbuhan berbunga berkayu
Karakteristik Utama bignoniaceae:- Morfologi: Umumnya memiliki daun majemuk yang tumbuh berlawanan (opposite).- Bunga: Seringkali berukuran besar, berbentuk terompet (tubular), dan berwarna cerah.- Batang: Berkayu, seringkali berupa tanaman merambat (liana) yang memanjat dengan sulur.- Buah: Umumnya berbentuk kapsul panjang yang memecah saat matang.Contoh Tumbuhan Populer:- Spathodea campanulata (Pohon Tulip Afrika): Pohon hias dengan bunga oranye-merah yang cerah.- Jacaranda mimosifolia (Jacaranda): Pohon dengan bunga berwarna ungu kebiruan.- Tabebuia sp. (Tabebuia): Pohon jalanan populer dengan bunga kuning, merah muda, atau putih.- Pyrostegia venusta (Flamevine): Tanaman merambat dengan bunga oranye intens.- Tecomaria capensis (Cape Honeysuckle): Semak tegak yang sering digunakan sebagai pagar hidup.- Campsis radicans (Trumpet Creeper): Tanaman merambat dengan bunga terompet merah/oranye.Tumbuhan dari famili ini juga memiliki nilai penting dalam pengobatan tradisional, dengan kandungan bioaktif yang beragam.
Genus & Species : Canarium asperum Benth..
: Canarium auctifolium (DC.) Merr
: Canarium hirsutum Willd.
: Unknown genus
Kode Specimen : P.1.1.8 = P.1.2.19
: Merr P.1.2.33
: P.1.6.63
: P.1.2.32
Burseraceae adalah famili berukuran sedang yang terdiri dari 17-19 genus dan sekitar 540 spesies tumbuhan berbunga berkayu . Jumlah sebenarnya yang diberikan dalam sumber taksonomi berbeda menurut revisi taksonomi pada saat penulisan. Burseraceae juga dikenal sebagai famili kayu obor , famili kemenyan dan mur , atau hanya famili pohon kemenyan . Famili ini mencakup pohon dan semak ; spesiesnya berasal dari daerah tropis Afrika , Asia , Australasia , dan Amerika .
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

ASOARAGACEACE
Asparagaceae, umumnya dikenal sebagai keluarga asparagus,
Ikhtisar
Asparagaceae, umumnya dikenal sebagai keluarga asparagus, termasuk dalam ordo Asparagales monokotil dan pertama kali dijelaskan oleh ahli botani Antoine Laurent de Jussieu pada tahun 1789 berdasarkan genus Asparagus. Keluarga ini kosmopolitan, dengan spesies asli semua benua kecuali Antartika, dan sangat beragam di daerah tropis dan semikering. Anggota keluarga ini disatukan terutama oleh hubungan genetik dan evolusi, bukan sifat morfologi yang konsisten.
Morfologi
Keluarga ini secara morfologi heterogen, termasuk tanaman keras herba, sukulen, tanaman merambat, dan spesies seperti pohon. Sebagian besar spesies tumbuh dari umbi, umbi, atau rimpang, dan tanaman tahunan jarang terjadi. Daun biasanya seperti tali dengan urat paralel, membentuk mawar atau lingkaran, meskipun beberapa spesies memiliki daun yang berkurang atau seperti sisik.Bunga biasanya memiliki tiga sepal, tiga kelopak, enam benang sari, dan putik tiga bagian, dengan posisi ovarium yang bervariasi di antara subfamili.
Genus dan Spesies Terkenal
Anggota terkenal meliputi:
Tanaman yang dapat dimakan dan kebun: Asparagus officinalis
(asparagus kebun), Hosta, Lily of the Valley
Tanaman hias dan hias: Sansevieria (tanaman ular), Dracaena,
Yucca, Chlorophytum (tanaman laba-laba), pakis Plumosus
Sukulen dan tanaman industri: Spesies agave yang digunakan untuk serat dan minuman
Subfamili
Keluarga ini dibagi menjadi beberapa subfamili, antara lain:
Agavoideae: Agave, Yucca
Lomandroideae Nolinoideae: Dracaena, Sansevieria
Scilloideae: Tanaman umbi seperti Hyacinthoides
Kepentingan Ekologis dan Manusia
Spesies Asparagaceae signifikan secara budaya, ekonomi, dan ekologis. Banyak yang dibudidayakan sebagai hias, sementara yang lain menyediakan makanan, serat, atau kegunaan obat. Beberapa spesies, seperti Asparagus densiflorus, adalah tanaman kebun yang populer menarik burung dengan buah berinya. Asparagus kebun telah dibudidayakan sejak zaman Yunani kuno, dan beberapa spesies asli dapat dimakan. Genus & Species : Radermachera sp
Kode Specimen : P.1.17.95
Bignoniaceae adalah famili tumbuhan berbunga (Ordo Lamiales) yang terdiri dari sekitar 110 genus dan 800+ spesies, umumnya berbentuk pohon, semak, atau liana (merambat) berkayu. Terkenal sebagai trumpet vine family, tumbuhan ini populer sebagai tanaman hias berbunga indah, sering ditemukan di daerah tropis/subtropis.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

ARACEACE
Keluarga Araceae, umumnya dikenal sebagai aroids
Keluarga Araceae, umumnya dikenal sebagai aroids, adalah kelompok tanaman berbunga yang beragam yang ditandai dengan struktur perbungaan yang unik, terdiri dari lebih dari 4.000 spesies di seluruh lebih dari 140 genera.
Karakteristik Umum
Perbungaan: Aroids dikenal karena perbungaan khasnya, yang biasanya terdiri dari spadix (paku menebal) yang dikelilingi oleh spathe (daun atau bract yang dimodifikasi ). Spadix mengandung bunga yang padat , yang bisa biseksual atau uniseksual, dan pengaturannya sering bervariasi antar spesies.
Monokotil: Anggota keluarga Araceae adalah monokotil, artinya mereka memiliki satu daun embrionik (kotiledon) di bijinya. Keluarga ini menunjukkan berbagai kebiasaan pertumbuhan, termasuk bentuk terestrial, epifit, memanjat, dan akuatik.
Kristal Kalsium Oksalat: Banyak aroid mengandung kristal kalsium oksalat, yang dapat menyebabkan iritasi jika tertelan. Karakteristik ini sangat menonjol pada general.
Genus & Species :Rhaphidophora sp.
: Amydrium sp.
: Photos sp
: Amorphophallus variabilis Blume
Kode Specimen : Liana 1
: Liana 2
: Liana 3
: Herba 2
Asparagaceae adalah keluarga tanaman berbunga yang beragam, termasuk lebih dari 2.500 spesies dalam sekitar 153–300 genera, mulai dari sayuran kebun hingga tanaman hias dan hias.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

APOCYNACEACE
Apocynaceae mencakup sekitar 400-500 genera dan 4.500–5.000 spesies
Karakteristik utama :
Lateks susu: Sebagian besar anggota memancarkan getah susu saat dipotong, yang sering mengandung alkaloid beracun atau glikosida jantung.
Daun: Sederhana, biasanya utuh, dan sering disusun berlawanan atau dalam lingkaran.
Bunga: Sering mencolok, disusun dalam kelompok atau cymes, kadang-kadang dengan struktur khusus seperti pollinia dalam subfamili Asclepiadoideae.
Buah-buahan: Biasanya terdiri dari dua folikel atau buah berbiji, yang dapat terbelah untuk melepaskan biji.
istribusi dan Keragaman
Apocynaceae mencakup sekitar 400–500 genera dan 4.500–5.000 spesies, tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, dengan beberapa anggota sedang. Genusterkenal termasuk Nerium (oleander), Plumeria (kamboja), Catharanthus (periwinkle Madagaskar), dan Asclepias (milkweeds).
Kegunaan dan Signifikansi
Hias: Banyak spesies dibudidayakan karena bunga dan dedaunannya yang menarik, seperti oleander dan kamboja.
Obat: Beberapa spesies menyediakan senyawa yang digunakan dalam pengobatan tradisional dan modern, termasuk obat antikanker seperti vincristine dan vinblastine dari Catharanthus roseus.
Toksisitas: Beberapa spesies beracun dan secara historis digunakan sebagai racun panah atau untuk menghalangi hewan.
Singkatnya, Apocynaceae mengacu pada keluarga tanaman yang beragam dan signifikan secara ekologis, terkenal karena getah susunya, senyawa beracun, dan hias dan penggunaan obat, dengan nama yang berakar pada asosiasi historisnya dengan racun anjing.
Genus & Species : haphidophora sp
: Amydrium sp.
: Photos sp.
Kode Specimen : Liana. 1
: Liana. 2
: Liana. 3
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

ANACARDIACEAE
Anacardiaceae, yang sering dikenal sebagai suku mangga-manggaan atau jambu-jambuan
Anacardiaceae, yang sering dikenal sebagai suku mangga-manggaan atau jambu-jambuan, merupakan salah satu famili tumbuhan berbunga yang sangat penting, baik secara ekonomi maupun ekologis. Kelompok ini termasuk dalam ordo Sapindales dan tersebar luas, terutama di daerah tropis dan subtropis.Berikut adalah narasi lengkap mengenai famili Anacardiaceae:1. Karakteristik MorfologiAnacardiaceae umumnya berupa pohon, semak, atau tumbuhan pemanjat yang memiliki saluran resin. Ciri khas lainnya meliputi:Daun: Biasanya tersusun berselang-seling, seringkali majemuk atau tunggal.Bunga: Ukurannya kecil, seringkali harum, dan tersusun dalam perbungaan.Buah: Umumnya menghasilkan buah berbentuk drupa (buah batu) yang berkayu atau berdaging, seperti pada mangga dan mete.
Genus & Species : Maasia glauca (Hassk.) Mols, Kessler& Rogstad
:Goniothalamus macrophyllus (Blume)Hook.f. & Thomson
: Xylopia malayana Hook.f. & Thomson
Kode Specimen : P.1.4.48
: P.1.6.60
: P.1.10.83
Apocynaceae adalah keluarga tanaman berbunga, umumnya dikenal sebagai keluarga dogbane, ditandai dengan getah susu, daun sederhana, dan seringkali sifat beracun.
Istilah Apocynaceae berasal dari kata Yunani apo yang berarti "pergi" dan kynos yang berarti "anjing", mengacu pada penggunaan historis beberapa tumbuhan dalam keluarga ini sebagai racun bagi anjing (dan hewan lain) karena sifat beracunnya. Ini adalah keluarga tanaman tropis dan subtropis, termasuk tumbuhan, semak, pohon, sukulen batang, dan tanaman merambat.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano

Achanriacea
sebuah keluarga tumbuhan berbunga yang tergolong dalam ordo Malpighiales
Achariaceae adalah sebuah keluarga tumbuhan berbunga yang tergolong dalam ordo Malpighiales. Meskipun mungkin terdengar asing, keluarga ini memainkan peran penting dalam kebudayaan kuliner dan ekosistem tropis, khususnya di Indonesia.Klasifikasi & Habitat: Menurut sistem APG IV, keluarga ini telah diperluas dengan memasukkan banyak genera yang sebelumnya berada dalam keluarga Flacourtiaceae. Mereka umumnya tumbuh subur di wilayah hangat dan lembab, seperti hutan hujan tropis, dan tumbuh mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1.500 m dpl.Pangium edule (Keluak/Kepayang): Salah satu anggota paling terkenal dari famili ini di Indonesia adalah Pangium edule, yang dikenal dengan sebutan kepayang, kluwek, picung, pucung, atau pamarrasan (Toraja). Pohon ini bertubuh besar dan lurus, bahkan tingginya bisa mencapai 60 meter.Keunikan & Pemanfaatan: Biji dari pohon kepayang (keluak) adalah bahan utama yang memberikan warna hitam pekat dan rasa gurih yang khas pada masakan Nusantara seperti rawon, gabus pucung, dan brongkos..
Genus & Species : Syn. Hydnocarpus Heterophylla Blume.
: Trichadenia Phlippinensis Merr
Kode Specimen : P. 1.1.7 = P. 1.4.50
: P. 1.6.65
Achariaceae atau Suku Kepayang-kepayangan adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Menurut Sistem klasifikasi APG II suku ini dimasukkan ke dalam bangsa Malpighiales, klad Eudikotil, Rosidae, euRosidae I.
Tumbuhan penghasil bumbu masak khas Nusantara, kepayang (kluwek) termasuk ke dalam suku ini.
- 📷 Kredit Dokumentasi: Tim Geopark Matano