Kekar Bulu’ Poloe
Batuan Ultrabasa (Ultramafic) telah terserpentinisasi, dengan ciri warna hijau kehitaman, keras dan kompak, serta bertekstur faneritik hingga porfiritik. Terdiri dari mineral pyroksin, olivin dan serpentin. Terdapat juga geothite sebagai mineral sekunder. Kekar pada batuan yang terdapat di Bulupoloe ini menunjukkan pengaruh deformasi tektonik, perkembangan kekar sistematis dengan kerapatan sedang hingga tinggi. Rekahan berfungsi sebagai jalur fluida hidrotermal yang memicu serpentinisasi dengan ciri permukaan licin pada zona serpentinisasi tersebut.
Batuan di kawasan Bulupoloe termasuk jenis batuan ultrabasa (ultramafic) yang telah mengalami proses serpentinisasi. Batuan ini memiliki warna hijau kehitaman, sifat sangat keras dan kompak, serta tekstur faneritik hingga porfiritik, yang menunjukkan mineral-mineral penyusunnya masih dapat terlihat dengan mata. Komposisi utamanya terdiri atas mineral olivin dan piroksin, yaitu mineral khas batuan mantel bumi yang kaya magnesium dan besi. Dalam proses perubahan batuan, sebagian mineral tersebut berubah menjadi serpentin sehingga batuan tampak licin dan kehijauan. Kehadiran mineral geothite sebagai mineral sekunder menunjukkan adanya proses pelapukan dan interaksi fluida setelah batuan terbentuk.
Struktur batuan di Bulupoloe juga ditandai oleh banyaknya kekar atau rekahan akibat pengaruh deformasi tektonik. Kekar berkembang secara sistematis dengan tingkat kerapatan sedang hingga tinggi, menandakan batuan pernah mengalami tekanan dan pergeseran kerak bumi yang kuat. Rekahan-rekahan ini sangat penting karena menjadi jalur masuk fluida hidrotermal ke dalam batuan. Fluida tersebut kemudian memicu proses serpentinisasi, yaitu perubahan mineral olivin dan piroksin menjadi mineral serpentin. Zona yang mengalami serpentinisasi biasanya memiliki permukaan lebih halus dan licin dibanding bagian batuan lainnya.
- Jenis batuan: Batuan ultrabasa (ultramafic) terserpentinisasi.
- Warna batuan: Hijau kehitaman.
- Sifat batuan: Keras, padat, dan kompak.
- Tekstur: Faneritik hingga porfiritik (mineral terlihat jelas).
- Mineral utama: Olivin, piroksin, dan serpentin.
- Mineral sekunder: Geothite.
- Struktur utama: Banyak kekar dan rekahan akibat tektonik.
- Fungsi rekahan: Jalur fluida hidrotermal masuk ke batuan.
- Proses penting: Serpentinisasi mengubah olivin dan piroksin menjadi serpentin.
- Ciri serpentinisasi: Permukaan batuan terasa lebih licin dan kehijauan.






